JAKARTA - Sebanyak 1.000 Tokoh dari seluruh Indonesia akan mendeklarasikan Gong Kebangkitan Nasional II untuk mengembalikan Kemandirian, Kewibawaan dan Jatidiri Bangsa Indonesia, tanggal 18 Mei 2008 di Silang Monas Jakarta. Gerakan ini merupakan kelanjutan gerakan setelah satu abad (1908-2008) Kebangkitan Nasional yang dipelopori gerakan Boedi Oetomo guna memetakan sejumlah tantangan generasi muda bangsa Indonesia 100 tahun kedepan, untuk turut membangun kemakmuran dan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
"Gong Kebangkitan Nasional II nanti akan menyoroti berbagai hal yang sangat substansial yang akan menjadi tantangan kekinian bangsa Indonesia 100 tahun kedepan. Menjadi tantangan bagi generasi muda dari Sabang sampau Merauke," tegas Presiden LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) Drs. M. Jusuf Rizal, SE (JR) didampingi Ketua Panitia Olies Datau kepada pers di Jakarta, kemarin. Sebanyak 1000 tokoh akan turut sebagai deklarator Kebangkitan Nasional II nanti, namun tidak semuanya akan hadir di Jakarta, karena akan ada Deklarasi Kebangkitan yang sama dilakukan diberbagai kota.
Deklarasi Kebangkitan Nasional II ini digagas oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LIRA setelah melihat, bahwa setelah satu abad Kebangkitan Nasional oleh gerakan Boedi Oetomo (1908) untuk membangun semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme guna melawan penjajah, memiliki tantangan yang berbeda dengan saat ini.Tantangan bangsa Indonesia kedepan antara lain bagaimana mengembalikan Kemandirian, Kewibawaan dan Jatidiri Bangsa Indonesia guna membangun Visi Indonesia Emas yang secara rinci substansinya akan dibacakan di Silang Monas nanti.
Lebih lanjut menurut Jusuf Rizal sejumlah tantangan bangsa Indonesia kedepan sebagian masih ada yang aktual sebagai kelanjutan Kebangkitan Nasional yang digagas gerakan Boedi Oetomo. Hal tersebut adalah tentang semangat Persatuan, Kesatuan dan Nasionalisme. Semangat ini harus terus dibangkitkan, karena dalam masyarakat kita, khususnya generasi muda terasa mulai kehilangan rasa nasionalisme."Saya sebut kehilangan jatidiri bangsa," tegas tokoh muda ini dengan semangat.
Dalam Deklarasi yang juga didukung Sampoerna Foundation (SF) ini, sejumlah tokoh pengusaha, daerah, artis/seniman, pemuda, agama, pendidikan dan politik akan hadir. Diantaranya Ketua DPR, Agung Laksono, Putera Sampoerna, Ketua Bappenas, Paskah Zuzeta, Menteri Perberdayaan Perempuan, Muthia Hatta, Gubernur Gorontalo, Fadel Muhammad, Gubernur Papua Barat, Abraham Otturat, bupati, walikota, anggota DPD serta pengurus LIRA se Indonesia dan sebagai tuan rumah Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo.
Para Deklarator tersebut akan memberikan testimoni (pernyataan) tentang tantangan dan harapan Kebangkitan Nasional II dalam perspektif pemikiran masing-masing. Opini mereka kemudian akan dibukukan. "Grup Band Slank juga akan turut memberikan testimony tentang harapan dan tantangan Kebangkitan Nasional II dalam perspektif permusikan di Indonesia. Tentang mimpi-mimpi mereka yang dituangkan dalam lirik kritis guna memajukan bangsa Indonesia," papar Jusuf Rizal. Disebutkan Deklarasi 1000 Tokoh Kebangkitan Nasioanl II ini akan dimasukkan ke Musium Record Indonesia (Muri).
Menurut Jusuf Rizal gerakan Kebangkitan Nasional II ini tidak akan berhenti pada saat Deklarasi di Monas saja, namun rangkaian kegiatan ini akan digulirkan keberbagai daerah, seperti tour Kebangkitan Nasional bersama Grup Band Slank, Pertemuan Nasional LSM se-Indonesia di Pekanbaru Riau, 15-17 Agustus 2008, pemberian Penghargaan Indonesia Lira Award kepada sejumlah tokoh yang memiliki dan menjadi sumber insprirasi semangat nasionalisme, Seminar Nasional Revolusi Pertanian dan Perikanan menuju Indonesia Makmur, Dialog Nasional Sektor Informal dan Koperasi sebagai agen Penguatan Semangat Nasionalisme, serta Seminar Bagaimana Membangkitkan Kemandirian, Kewibawaan dan Jatidiri Bangsa.
Sementara agenda acara di Monas diisi dengan Parade Kebangkitan Pendidikan oleh Sampoerna Faoundation (SF) dan Gerak Jalan/Jalan Sehat oleh lembaga pendidikan LP3I yang diikuti 20.000 orang.
Untuk Keterangan dan Informasi dapat menghubungi :
Presiden LIRA : M. Jusuf Rizal
Hotline Komunikasi : (021) 70809494 - 08161954152
Teknis Acara : Saudara Mukti (081385253195)
Saudara Zulkifli (0811111460)
DPP LIRA : (021) 83792137 (mbs)