Senin, 16 Juni 2008 17:05 wib

Kiprah FPI dan Dukungan untuk Palestina

Front Pembela Islam yang disingkat FPI adalah organisasi masa Islam yang kiprahnya di tengah umat memiliki spesifikasi dibandingkan elemen atau ormas Islam lainnya.

Spesifikasinya adalah keberanian dan ketegasan FPI dalam melaksanakan nahi munkar (mencegah dari yang munkar), yang terkadang disalahartikan oleh mereka yang tidak paham dengan istilah radikal, keras, fundamentalis, atau yang sejenisnya.

Jika amar ma'ruf (menyuruh kepada kebaikan) hampir semua dapat melakukannya, bahkan peserta Pildacil pun telah melakukannya, karena risikonya ringan, tidak mendapat cacian, fitnah, dan hujatan, bahkan mendapat pujian, hadiah, bonus dari sponsor.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS: Ali Imran/3:104).


FPI berdiri 17 Agustus 1998 M/24 Rabi' al Tsani 1419 H di Pondok Pesantren Al-Um, Kampung Utan Ciputat. Didirikan oleh Habib Rizieq Shihab L.c, telah memulai aktivitasnya melalui pengajian, tabligh akbar, aksi demonstrasi menentang kemaksiatan dan dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Pada Kamis, 4 April 2002, FPI bersama Gerakan Anti Zionis Israel (GAZA), Gerakan Pemuda Islam (GPI), Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI), Himpunan Aksi Mahasiswa Muslim Antar Kampus (HAMMAS), Garda Keadilan mengadakan Aksi Mendukung Palestina.

Acara Aksi Mendukung Palestina diselenggarakan di Masjid Agung Al Azhar, Ja;an Sisingamangaraja, Jakarta Selatan. Orasi disampaikan oleh Habib Rizieq Shihab, Ahmad Sumargono, Din Syamsudin, dan pengurus masjid Agung Al Azhar, Rusjdi Hamka. Lalu dilanjutkan dengan Longmarch ke Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Jalan Thamrin, kemudian ke Markas Besar FPI di Jalan Petamburan III, Jakarta Pusat.

Penulis bersama Habib Rizieq Shihab dan massa yang jumlahnya ribuan orang berjalan kaki secara tertib, aman dan tidak ada tindakan anarkhis sambil mengumandangkan takbir dan kecaman kepada Zionis Israel yang telah melakukan kezaliman kepada rakyat Palestina.

Pada Senin, 25 Muharram 1423 H/8 April 2002 M bertempat di Markas Besar FPI dengan fasilitator Habib Rizieq Shihab, Ketua Umum FPI, berkumpul ormas-ormas Islam untuk membentuk Komite Pembebasan Al Aqsha (KPA), dalam pertemuan tersebut diangkatlah sebagai ketua umum Ustad H Ahmad Sobri Lubis (FPI) dan beberapa ketua, di antaranya Ustad Ayip Syafruddin (Laskar Jihad), Ustad Fauzan Al Anshari (MMI), Eggi Sujana SH. Msi (PPMI), Ustad Alfian Tanjung (PINTAR), Ustad Aslih Ridwan (GPMI), Ustad H Adian Husaini, MA (KISDI), dan penulis dari GAZA sebelum menjabat sekjen Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina (KISPA).

Pada Selasa, 1 Rabi'ul Awal 1423 H/14 Mei 2002 M, bertempat di kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masjid Istiqlal, Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat. Dibentuk KISPA dengan dukungan FPI dan 19 ormas  atau elemen Islam lainnya yaitu Muhammadiyah, DDII (Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), KISDI (Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam), GPMI (Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia), GAZA (Gerakan Anti Zionis Israel), COMES (Center for Middle East Studies), KKPA (Komite Keadilan untuk Pembelaan Al-Aqsha), Darut Tauhid, DATA (Darut Tarbiyah), Majelis Az-Zikra, MAI (Mitsaq Amal Islami), KU (Khairu Ummah), HAMMAS (Himpunan Mahasiswa Muslim Antar Kampus), KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia), NCR (Nada Cipta Raya), SALIMAH, Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Kharisma Risalah,  IKADI (Ikatan Da?i Indonesia). (lihat ww.kispa.org)

Kita patut bertanya, "Kenapa ada sekelompok orang/LSM yang sangat sinis dan begitu benci terhadap FPI dan berupaya ingin membubarkan FPI ?". "Agenda siapakah yang mereka usung?"

FPI adalah kumpulan manusia, bukan kumpulan malaikat, jika ada anggotanya yang melakukan kekeliruan atau kesalahan adalah suatu hal yang wajar bagi yang namanya manusia. Tugas dan tanggung jawab mereka yang berilmu untuk mengingatkan dan memberikan nasihat agar mereka yang salah dapat memperbaiki diri.

Bukan minta FPI dibubarkan! Sikap minta FPI dibubarkan, bukanlah sikap yang bijaksana! Bukankah FPI merupakan aset umat Islam? Garda terdepan dalam melakukan nahi munkar? Ormas Islam yang gigih menentang penjajahan Zionis Israel terhadap Palestina?

Oleh karena itu umat harus cerdas dan waspada terhadap tipu daya Zionis Israel dan antek-anteknya di negeri ini yang berupaya mengadu domba sesama umat Islam.

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.(QS: Al Hujuraat/49: 6).


Ya Allah tunjukkanlah kepada kami yang benar itu benar dan berilah kemampuan kepada kami untuk melaksanakan kebenaran itu. Ya Allah tunjukkanlah kepada kami yang batil itu batil dan berilah kemampuan kepada kami untuk menghancurkan kebatilan itu.

Tulisan ini kiriman dari:

H Ferry Nur S,Si/Sekjen KISPA
Email: ferryn2006@yahoo.co.id
(jri)