Saya adalah seorang ibu rumah tangga yang senang mengikuti perkembangan politik yang terjadi di luar maupun di dalam negari. Saya menilai betapa banyaknya sumbangsih yang sudah diberikan dari pemerintah Pak SBY yang baru berusia 4 tahun ini.
Meski SBY masih bisa dibilang hijau, tapi banyak langkah nyata yang dihasilkan SBY dibanding rival politiknya terdahulu. Kami, rakyat kecil yang langsung merasakannya. Sering saya merasa tertolong dengan program pemerintahan SBY akan hal hal yang dianggap kecil namun amat berarti bagi kami. seperti BLT, raskin, minyak goreng murah, kompor gas, buku sekolah, kenaikan uang makan, dan transportasi, dan banyak lagi. Memang kecil, namun cukup banyak dan luar biasa bermanfaat. Terima kasih Pak SBY!
Kami ibu ibu warga daerah kami sangat mensyukuri semua ini dan mendoakan semoga amal baik Pak SBY dkk makin bertambah dan menjadi rakhmat. Kami tidak buta, kami juga tahu kenaikan harga BBM yang berdampak pada sembako dan lain-lain juga sangat menyulitkan kehidupan kami. Tapi kami bukanlah kaum yang cukup tolol untuk tidak tahu perkembangan dunia luar. BBM Naik hampir diseluruh dunia. So what ? That's life!
Kita harus terus melanjutkan hidup, berikhtiar, dan bekerja keras untuk mendapat penghidupan yang lebih layak. Hidup itu turun naik. Ada kalanya di bawah, ada kalanya di atas. Terima sajalah. Bagaimanapun juga, harga BBM di Indonesia itu masih paling murah dibandingkan harga negara lain. Kenaikan BBM di Malaysia saja mencapai 157% dan tanpa BLT pula!! Tapi mengapa di sana tidak ada demo anarkis?
Bukan karena mereka negara kaya, tapi masyarakatnya bersyukur, bisa belajar menerima keadaan dan percaya pada pemerintah! Sedangkan di negara kita? Mengapa masih banyak saja yang mengeluh, mengkritik, protes, demo, dan sama sekali tidak pernah tidak bersyukur?
Namun, mengapa rekan rekan mahasiswa yang notabene terpelajar malah tidak mengerti kenaikan BBM juga terjadi di seluruh dunia? Mengapa mereka seolah menutup telinga & terus menerus menyalahkan pemerintahan SBY? Mengapa mereka tidak punya rasa sabar dan ikhlas? Mengapa mereka hanya mengeluh, kritik, demo, dan menghujat? Mengapa mereka menghancurkan fasilitas negara dan rakyat? Mengapa mereka memilih menggunakan cara anarkis untuk menyampaikan pendapatnya? Mengapa mahasiswa sekarang seolah menjadi musuh pemerintah? Mengapa mahasiswa membawa-bawa atas nama rakyat untuk memuluskan tindakan anarkismenya? Mengapa nama mahasiswa tidak bisa menjadi kebanggaan bangsa? Mengapa mahasiswa mau saja ditunggangi? (Apabila memang benar).
Karena mereka lebih mengutamakan emosi dan otot ketimbang otak! Mereka jadi sasaran empuk pihak pihak tertentu untuk ditunggangi dan diadu domba karena rapuh dan amat mudah disusupi. Maaf maaf saja, tapi kalau mahasiswanya berotak dan lebih bijaksana, pastilah hal semacam ini takkan terjadi. Pengorbanan mereka itu tak ada artinya di mata kami Kami menilai mahasiswa sekarang manja, emosional tak terkendali bagai preman, nggak pernah bersyukur, tidak tahu terima kasih dan pendendam. Kasarnya, kami menilai mahasiswa sekarang itu (maaf) busuk!
Kami bosan, jenuh akan semua demo, kemacetan, masalah dan segala hal yang berhubungan dengan mahasiswa!
Sungguh saya tidak habis pikir. Sering saya dan ibu-ibu di daerah saya mengelus dada melihat betapa menjijikkan, keras kepala, sombong, arogan, dan buruknya moral mahasiswa zaman sekarang. Mereka mengatasnamakan rakyat sedangkan kami yang diatasnamakan amat sangat mengutuk perbuatan anarkis mereka yang cenderung ke arah premanisme!! Sebaiknya polisi bertindak tegas pada mereka. Siapa yang berbuat anarkis (maaf) tembak saja kakinya!
Kenaikan harga BBM sama sekali mengubah pendapat kami akan keseriusan kinerja SBY. Pemerintahan SBY sudah memberi solusi untuk mengurangi beban himpitan hidup rakyat. Terasa sekali bukti nyata akan kerja keras dan kepedulian SBY pada rakyat kecil seperti kami-kami ini. Karena kami tahu inilah jalan terbaik. Menyakitkan memang, tapi lebih baik sekarang daripada BBM tidak jadi naik tapi krisis moneter akan kembali melanda negeri ini kembali. Marilah kita bersatu membangun Indonesia yang seutuhnya. Seperti semboyan: Bersama Kita Bisa!!!
Marilah kita bersama membantu pemerintah dan aparat untuk mencari solusi terbaik buat bangsa ini. Jangan lupa untuk selalu bersyukur dan berdoa. Karena inilah cobaan yang harus kita lalui bersama. Amien.
Opini dan foto kiriman dari:
Nama: Viviana Ten Voorde
Alamat: Jalan Jurang, Bandung, 40161(jri)