Kamis, 21 Agustus 2008 12:28 wib
Dompet Dhuafa Peduli Pejuang Mercusuar
Mercusuar ini begitu penting untuk memandu kapal yang sudah terlihat jauh di laut Jawa hingga merapat ke pelabuhan. Konstruksi mercusuar di Edam ini terbuat dari plat besi yang dicor hingga setinggi 52 meter, dan untuk sampai ke puncak anda harus menaiki 272 anak tangga.
Pemerintah Belanda membangun mercusuar Edam ini pada tahun 1879 ketika raja Willem III berkuasa. Mercusuar ini sudah bisa terlihat dari jarak 20 mil. Padahal ketika itu hanya menggunakan nyala api minyak tanah yang dikerek dari bawah. Kini mercusuar ini menggunakan tenaga listrik dengan daya 1000 watt yang berasal dari empat generator.
Diperlukan waktu dua hingga tiga hari untuk menelusuri pulau Edam ini. Sebagian besar pulau ini ditumbuhi pohon - pohon besar yang diselingi semak - semak yang menjadi habitat menyenangkan bagi burung yang berimigrasi dari belahan bumi lain. Semak - semak ini jauh menjadi tempat persembunyian aman bagi ular dan hewan melata lain seperti biawak.
Perjalanan program SAYANGI PEJUANG yang digagas oleh Dompet Dhuafa Republika (DDR) dan dijalankan oleh LPM kali ini bersilaturahmi ke mercusuar di pulau Edam Kepulauan Seribu. Program yang lalu kami peduli pada veteran yang cacat, maka yang sekarang kami peduli pada penjaga mercusuar.Mereka hidup dipulau terpencil selama tiga bulan. Hidup hanya bertiga sesama penjaga bertemankan ribuan nyamuk dan puluhan biawak. Setelah tiga bulan secara bergantian mereka pulang menemui anak dan istri di kota.
Dengan difasilitasi oleh dinas perhubungan laut maka kami menuju lokasi yang terasing tersebut. Bertemulah kami dengan pejuang-pejuang itu. Ada Bapak Sumaryo, Sutaryo dan Pak Aman. Gembira bukan main mereka bertemu dengan teman - teman dari Jakarta. Layaknya setitik air di gurun pasir.
Suka duka mengalir dari mereka selama tinggal disana. Diantaranya, awalnya mereka berempat di mercusuar pulau Edam. Tetapi pada suatu ketika satu diantaranya sakit hingga meninggal dunia. Berhubung waktu itu sinyal telepon tidak ada maka jenazah itu teronggok selama 4 hari sampai akhirnya ada petugas datang.
Pengirim:
salman aman [abuumarsalmanaman@yahoo.co.id] (mbs)