Jum'at, 19 September 2008 15:13 wib

Pengelolaan Zakat Profesional Hindarkan Korban

JAKARTA - Di tengah kekusyukan suasana Ramadhan, kemarin (15/09) umat muslim dikejutkan dengan insiden meninggalnya 21 korban jiwa akibat berebut zakat yang dibagikan oleh salah satu pengusaha kaya di Pasuruan.

Media massa pun dibuat heboh dan memberitakan kejadian ini pasalnya nilai zakat yang diberikan tidak seberapa namun harus ditebus dengan nyawa. Padahal kejadian ini buka pertama kalinya terjadi, kejadian serupa pernah terjadi di Gresik juga dalam kasus yang sama.

Banyaknya masalah yang ditimbulkan dari pengelolaan zakat secara tradisional patut menjadi cerminan kita bersama sebagai Negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Saat ini masih sangat banyak dijumpai pengelolaan zakat secara individu maupun secara tradisional khususnya di daerah pedesaan dan kota kecil.

Banyak risiko yang ditimbulkan dari sistem pengelolaan seperti ini selain korban meninggal, hal lain yang mungkin terjadi misalnya tidak meratanya mustahik yang mendapat bantuan, sistem keadilan dan kurangnya koordinasi yang tepat. Tak terkecuali pula biasanya pembagian zakat secara langsung tidak menyasar pada pemberdayaan setelah bantuan dilakukan. Akibatnya mustahik hanya terbantu sesaat dan tidak tepat sasaran. Dan terasa ada parade kemiskinan, karena mustahik yang dibantu diperlakukan sebagai obyek tontonan.

Sebagai pengelola zakat nasional yang telah hadir di 26 kota di Indonesia, Rumah Zakat Indonesia memiliki visi menjadi lembaga amil zakat yang amanah dan professional. Setiap program penyaluran telah melalui tahapan survey kelayakan, demikian pula jenis program , lokasi, sasaran mustahik dan pemberdayaan. Dari 4 program yang terdiri dari HealthCare (kesehatan), EduCare (pendidikan), EcoCare (ekonomi) dan YouthCare (kepemudaan) semuanya telah memiliki basis komunitas yang akan dibantu yang terangkum dalam 177 ICD di seluruh Indonesia.

Di setiap ICD memiliki penanggung jawab yang disebut MRO (Mustahik Relation Officer) yang bertugas mendampingi mustahik di wilayahnya.

Dyana Widiastuti
Jalan Matraman Raya 148, Jaktim
08179636462
(jri)