JAKARTA - SOHO Group sebagai pelopor perusahaan obat herbal dan alami di Indonesia - kembali melakukan ekspansi pasar ke negara tetangga yaitu Myanmar. Kegiatan kali ini dilakukan melalui simposium yang membahas khasiat Temu Lawak di hadapan komunitas professor, dokter dan apoteker yang diadakan bertempat di Traders Hotel- kota Yangon dan Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar.
Menurut Andreas Halim Djamwari (President Director) bahwa strategi pemasaran ini dilakukan untuk mengembangkan pasar ekspor produk dari SOHO, salah satunya yaitu Curcuma Plus sehingga di masa mendatang pasar ekspor akan lebih mengenal beragam produk dimaksud.
"Myanmar dipilih menjadi salah satu pasar SOHO Group karena memberikan respon yang sangat positif sehingga kami tidak mengalami kesulitan sejak penjajakan hingga realisasi ekspor," ujar Andreas yang didampingi Widi Nugroho Sahib ( Corporate PR Manager )," selain itu nama baik Indonesia sebagai negara sesama anggota ASEAN memberi nilai tambah dalam upaya kami memasuki pasar Myanmar mulai dari perijinan hingga prosedur masuk barang."
"Sejak bulan April tahun ini tercatat nilai penjualan yang cukup signifikan untuk produk SOHO Group melalui kerjasama dengan Royal Ruby sebagai perusahaan distribusi di Myanmar," tambah Andreas," ditargetkan pada akhir tahun 2008 ini target ekspor ke negara itu sesuai dengan yang diharapkan tanpa ada kendala baik alam atau situasi negara."
SOHO Group menyadari kondisi negara Myanmar yang situasi politiknya belum stabil ditambah bencana alam badai Nargis di bulan Mei tahun ini, menurut Andreas, berpotensi untuk terjadinya penundaan proses ekspor dari Indonesia akan tetapi dengan komunikasi yang baik dengan mitra kerja di Myanmar, maka didapat kesepahaman atas kondisi yang terjadi.
SOHO Menuju Pasar Dunia
"SOHO Group menjadi perusahaan obat dan distribusi terkemuka di Indonesia dengan salah satu fokus usahanya pada pasar ekspor," ucap Andreas,"khusus untuk tahun 2008 ditargetkan total nilai ekspor seluruh produk mengalami peningkatan yang signifikan dibanding tahun sebelumnya."
Hingga tahun 2007, angka pertumbuhan ekspor mencapai 11 kali lipat lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, dengan kisaran persentase ekspor sekira 3 persen dibanding pasar domestik dengan target di tahun 2008 pada kisaran angka 7 % untuk persentase ekspor.
Pada tahun 2006 negara tujuan ekspor hanyalah Mongolia namun dengan berjalannya waktu, tambah Andreas, maka SOHO Group hingga tahun 2008 ini memperluas tujuan ekspornya ke beberapa negara yaitu Lebanon, Malaysia, Brunei, Myanmar, Mauritius, Nigeria, Vietnam dan Suriname.
Curcuma Plus: Produk Obat Herbal Kebanggaan Indonesia
Pada kesempatan simposium Temu Lawak di Myanmar tanggal 17 September tersebut, menurut Andreas, akan dipresentasikan produk Curcuma Plus yang diproduksi SOHO Group dan telah menjadi kebanggaan Indonesia karena berasal dari bahan herbal yaitu Temu Lawak ( nama Latin : Curcuma Xanthoriza ) yang dikenal sebagai The Most Precious Herbal Medicine in the World.
Temu Lawak adalah tanaman obat asli Indonesia ( Indonesian Indigenous Herbal ) dan berdasarkan hasil penelitian laboratorium memiliki khasiat yaitu meningkatkan nafsu makan & stamina tubuh, membantu pemulihan kondisi pasca sakit seperti penyakit hati, rheumatic, anti radang dan juga dapat menurunkan kolesterol.
"SOHO membuktikan komitmennya untuk mengembangkan Temu Lawak sejak 20 tahun yang lalu," imbuh Andreas, untuk diolah menjadi obat herbal asli Indonesia." Produk Curcuma Plus berupa sirup yang ditambahkan vitamin ini mendapat respon sangat baik dari kalangan dokter sejak diperkenalkan pertama kali pada tahun 1995 dan juga disuka karena rasa sirup tersebut digemari anak - anak sebagai target konsumen. Pada tahap awal tersebut, produk ini masih merupakan obat ethical ( resep ) namun dikembangkan juga untuk pasar OTC ( obat bebas ) akan tetapi untuk mempertahankan pasar obat ethical maka obat sejenis-nya diberi nama berbeda yaitu Curvit Syrup.
Produk SOHO lainnya yang diperkenalkan untuk pasar Myanmar adalah Fitkom Tablet yaitu suplemen vitamin dan mineral bagi anak - anak dalam masa pertumbuhan untuk membantu masa penyembuhan bagi anak - anak dan menjaga kesehatannya.
"Diharapkan melalui strategi dan aktivitas komunikasi pemasaran ini akan mengembangkan pasar produk SOHO di Myanmar dan berkembang ke negara lainnya," ucap Andreas. (mbs)