KEPULAUAN SERIBU - Bertepatan dengan Hari Pahlawan, Kementrian Riset dan Teknologi, Yayasan Danamon Peduli, Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI) dan PT Telkom menandatangani Kesepakatan Bersama dalam meningkatkan kemampuan teknologi sekolah tertinggal.
Acara ini ditandai dengan diserahkannya bantuan berupa 200 komputer layak pakai IBM Pentium 3 eks Danamon, Sistem operasi Linux, Aplikasi Open Source, pelatihan dan akses Internet Speedy kepada lima sekolah tertinggal di wilayah selatan Kepulauan Seribu. Kelima sekolah penerima bantuan tersebut adalah SMP Negeri 241 dan SMK Kelautan di Pulau Tidung, SMP Negeri 241 KJ di Pulau Lancang, SMP Negeri 285 di Pulau Untung Jawa, dan SMP Negeri Satu Atap 01 di Pulau Pari. Masing-masing sekolah akan mendapatkan 40 buah komputer dan 1 server.
Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan oleh Ketua Umum Yayasan Danamon Peduli, Risa Bhinekawati kepada Wakil Sekolah SMP Negeri 285 dengan disaksikan oleh Kusmayanto Kadiman, Menteri Negara Riset dan Teknologi, Ir. Abdul Rachman Andit, M.Sc., Bupati Kepulauan Seribu, Betti Alisyahbana, Ketua Asosiasi Open Source Indonesia (AOSI), Mas'ud Kamid, GM Divre II PT Telkom dan Wakil Direktur Utama PT. Bank Danamon Indonesia Tbk., Jos Luhukay, yang diwakili oleh Rony Teja Sukmana, Senior Vice President Danamon.
Meskipun letaknya berdekatan dengan ibukota, fasilitas teknologi informasi di Kepulauan Seribu sangat tidak memadai. Padahal penguasaan teknologi merupakan kunci untuk menjembatani kesenjangan pengetahuan antarkabupaten, provinsi, bahkan negara. Keinginan Bupati Kepulauan Seribu dalam memperbaiki kondisi ini sejalan dengan program peremajaan komputer yang dilakukan oleh PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk.
Namun, bantuan komputer saja tidaklah mencukupi untuk memfasilitasi peningkatan teknologi informasi di Kepulauan Seribu. Dibutuhkan software untuk mengoperasikan komputer-komputer tersebut dan juga akses internet. Untuk itulah, AOSI telah menyediakan bantuan berupa penyiapan SDM untuk instalasi dan pelatihan pemakaian perangkat lunak Open Source, yaitu perangkat lunak gratis dengan sistem kode program yang tersedia bebas.
Sedangkan PT. Telkom Indonesia menyediakan akses internet (Speedy), dan Kementerian Negara Riset dan Teknologi memberikan pelatihan dasar-dasar Linux bagi para guru di lima sekolah penerima bantuan dan menyediakan basis data teknologi tepat guna serta dokumen pemanfaatan perangkat lunak Open Source.
Program kerjasama ini merupakan kolaborasi yang sinergis antara pemerintah, swasta, BUMN dan masyarakat dalam meningkatkan kemampuan teknologi informasi di sekolah-sekolah daerah tertinggal. Pada era globalisasi dan serba teknologi sekarang ini, kemampuan teknologi informasi merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki untuk dapat bersaing dalam kompetisi ketat
dengan negara-negara lain.
Dengan adanya program ini, diharapkan siswa-siswa di seluruh Indonesia dapat bertumbuh kembang menjadi generasi yang kompeten, berwawasan luas, dan dapat terus mengikuti perkembangan zaman. Dalam pidato sambutannya, Wakil Presiden Direktur Danamon, Jos Luhukay menyatakan bahwa Danamon sangat bangga dengan kerjasama yang dari para pemangku kepentingan dalam mewujudkan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa melalui program peningkatan teknologi informasi ini.
Lebih lanjut, Menristek Kusmayanto Kadiman mengharapkan bahwa upaya yang dilakukan oleh pihak Kementrian Riset dan Teknologi, Yayasan Danamon Peduli, AOSI, PT. Telkom ini akan secara nyata meningkatkan sumberdaya manusia (SDM), khususnya para pelajar dalam mengantisipasi perkembangan teknologi informasi global.(mbs)