Kamis, 03 September 2009 17:51 wib

Tim Medis Indonesia Melatih Tentara Kongo

Tim  medis yang tergabung dalam Kontingen Garuda XX-F/Monuc memberikan pelatihan Basic Life Support (BLS) kepada perawat tentara nasional Kongo hari Rabu (2/9) dan Kamis (3/9) di Dungu-Kongo. Tim kesehatan Indonesia dibawah pimpinan  Mayor Laut (K) dr.  Redemptus Yudadi SpB menyelenggarakan pelatihan BLS untuk penanganan korban trauma pertempuran bertempat di Rumah Sakit level I Kontingen Indonesia.

Saat ini di wilayah  Dungu yang merupakan daerah perbatasan Kongo dengan Sudan tersebar pasukan penjaga perdamaian PBB dan tentara nasional Kongo yang tergabung dalam Operasi Rudia.   Sebuah operasi gabungan pasukan PBB dan pasukan pemerintah Kongo yang bertujuan mengusir milisi LRA yang selama ini menjadi sumber masalah keamanan di wilayah  perbatasan  Kongo  dengan negara Stetangganya (Sudan dan Uganda).   Diantara pasukan PBB dan tentara Kongo tersebut terdapat personel kesehatan yang selalu  mendukung setiap gerak langkah pasukan.   Para petugas kesehatan yang berada di daerah terpencil dan terisolir tersebut dituntut untuk tetap dapat memberikan dukungan kesehatan yang optimal meskipun dengan keterbatasan dukungan alat dan logistik kesehatan.  Kondisi demikian mendorong Tim kesehatan untuk dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan medis guna menolong  korban, baik dengan  peralatan lengkap dan bahkan tanpa alat sekalipun. Menurut dr. Yudadi, latar belakang inilah yang menggugah  Tim Kesehatan Indonesia untuk membuat pelatihan Basic Life Support (BLS) tanpa  alat  maupun dengan alat bagi perawat tentara Kongo yang tersebar di wilayah hutan belantara Dungu.

Materi pelatihan BLS yang diberikan oleh tim medis Indonesia kepada personel medis FARDC (tentara nasional Kongo) meliputi pertolongan terhadap problem jalan nafas (airway),  pernafasan (breathing) dan  sirkulasi  jantung pembuluh darah (circulation)  tanpa alat maupun dengan alat serta teknik transportasi korban luka. Dalam pelatihan tersebut bahkan dikenalkan juga teknik bedah sederhana untuk membebaskan jalan nafas dengan hewan coba kambing.

Pelatih dari kontingen  Indonesia yaitu Mayor Laut dr. R. Yudadi SpB, Mayor CKM dr. Nunung  Joko Nugroho dan Sersan Mayor Sunari (ahli anestesi).  Sedangkan dari pihak FARDC mengirimkan dr. Patrick dan dr. Pieter yang memberikan asistensi kepada Tim Medis Indonesia dalam melatih perawat tentara Kongo.

"Kita harus bisa memberi kail dan bukan ikan kepada teman kita dari tim kesehatan tentara Kongo agar mereka lebih optimal dalam menghadapi segala kekurangan dan keterbatasan alat  medik di medan terpencil ini," demikian pesan dr. R. Yudadi kepada Tim Kesehatan Indonesia yang memberikan pelatihan. Tim kesehatan Indonesia yang terdiri dari 11 orang merupakan bagian dari Satuan Tugas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-F/Monuc  dibawah pimpinan Mayor Czi Sugeng Haryadi Yogopranowo. Tugas utama Kontingen Indonesia yang tergabung dalam pasukan penjaga perdamaian PBB di Kongo adalah memberikan bantuan Zeni kepada Monuc (Mission de l'Organisation des Nations Unies en République Démocratique du Congo/misi PBB di Kongo) dalam menciptakan perdamaian dan membentuk pemerintahan yang kuat dan stabil di Kongo.

Authentifikasi:
Perwira Penerangan Satgas Konga XX-F/MONUC, Kongo (Kapten Inf Leo Sugandi)

(mbs)