Jenderal TNI Djoko Santoso menjadi Panglima TNI pertama yang mengunjungi Timor Leste, sejak wilayah tersebut memisahkan diri dari Negara Kesatuan RI dan membentuk sebuah negara merdeka dengan nama Republica Democratica de Timor-Leste (RDTL). Kunjungan resmi Panglima TNI pada hari Kamis (3/9/2009) ini akan tercatat dalam sejarah kedua negara sebagai pertanda eratnya hubungan dan kerjasama militer Indonesia-Timor Leste.
Selama berada di Dili, Panglima TNI yang disertai beberapa staf dan Pangdam IX/Udy berturut-turut diterima secara resmi oleh Panglima F-FDTL/Angkatan Bersenjata RDTL (Brigadir Jenderal Taur Matan Ruak) di Markas Besar F-FDTL, Presiden Parlemen RDTL (Fernando Lasama), Perdana Menteri RDTL (Kay Rala Xanana Gusmao) dan Presiden RDTL (DR. Jose Ramos Horta).
Para petinggi tuan rumah umumnya menyambut gembira kunjungan Panglima TNI sebagai wujud persahabatan RI-RDTL yang sudah terbina dengan baik. Sekaligus merupakan momen historik untuk menutup lembaran pahit masa lalu dan memulai lembaran persaudaraan yang baru, khususnya antara militer Indonesia dengan Timor Leste.
Secara khusus Panglima F-FDTL mengharapkan agar kerjasama militer dapat segera terlaksana di bidang latihan dan pendidikan, patroli maritim dan hidrografi/oceanografi, pengamanan perbatasan darat dan penempatan atase militer timbal balik. Untuk memayungi kerjasama ini, baik Perdana Menteri maupun Presiden RDTL sepakat untuk segera membicarakan perlunya perjanjian kerjasama pertahanan dengan pemerintah RI.
Sebelum meninggalkan Dili, Panglima TNI dan rombongan melakukan ziarah ke TMP Seroja di Balide dan meletakkan karangan bunga di makam para pejuang Tim-Tim tersebut. Para pejuang yang kerangka jenazahnya diharapkan kelak dapat dipindahkan ke wilayah NKRI.
Authentikasi:
Kapuspen TNI, Marsda TNI Sagom Tamboen, S.IP
(mbs)