BANDUNG - Pascagempa bumi melanda sekitar Jawa Barat, Rumah Zakat Indonesia telah beraksi di tiga Kabupaten yaitu Kab Bandung, Garut dan Tasikmalaya. Sejak Kamis (3/9), Rumah Zakat Indonesia (RZI) Cabang Bandung telah mendirikan Posko Kesehatan untuk korban bencana gempa di Kp. Sidamukti RT 05 RW04 Ds. Pangalengan Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Adapun pertimbangan dari pemilihan lokasi untuk mendirikan Posko itu adalah karena di sana merupakan salah satu titik yang mengalami kerusakan berat dan menuai korban jiwa.
Sebanyak 300 rumah, tiga masjid dan tiga sekolah rata dengan tanah. Akibatnya satu orang tewas akibat tertimbun dan delapan orang terluka parah. Dalam kesempatan itu RZI menurunkan dokter dan relawan serta menyediakan kornet Superqurban untuk para korban. "Semoga apa yang kami lakukan dapat sedikit meringankan beban mereka," ujar Mustahik Relation Ofiicer RZI Cabang Bandung Deni Wahyudin saat dihubungi via telepon selulernya.
Dia pun menyatakan bahwa barang yang dibutuhkan oleh para korban saat ini adalah makanan, pakaian, serta bahan baku untuk membangun rumah. "Semoga RZI bisa bersinergi dengan para donatur dalam menyediakan bantuan untuk mereka," tutur Deni.
Kecamatan Pangalengan menjadi salah satu titik terparah akibat dari gempa yang berpusat di Tasikmalaya. Selain Pangalengan, titik lain yang jugamengalami kerusakan cukup parah adalah Pamengpeuk Garut dan Tasikmalaya.
Menurut pantauan tim relawan RZI, para korban bencana gempa di Kp. Sidamukti Ds. Pangalengan Kec. Pangalengan Kab. Bandung membutuhkan penyediaan dapur umum karena saat ini mereka kesulitan untuk memperoleh makanan. Beberapa warung yang ada di wilayah tersebut tak menjajakan dagangannya dan memilih untuk mengonsumsinya sendiri.
"Karena tak ada warung yang mau berjualan, sebagian besar korban sulit untuk mendapatkan makanan serta minuman," ujar Senior Manager Bagian HealthCare Rumah Zakat Indonesia (RZI) dr. Yudi Feriandi. Oleh karena itulah untuk tahap pertama ini RZI menyalurkan 200 kaleng kornet Superqurban, serta 80 paket kurma untuk korban gempa.
Siaga sehat
Selain itu, Rumah Zakat juga memberikan bantuan pelayanan kesehatan kepada 120 warga Kp. Sidamukti Ds. Pangalengan Kec. Pangalengan Kab. Bandung. Sebagian warga desa tersebut mendapatkan pelayanan bedah minor dari tim medis RZI akibat luka yang diderita setelah tertimpa bangunan saat gempa kemarin.
Menurut dr. Yudi Feriandi, bahwa masih banyak warga yang membutuhkan bantuan karena korban di sana mencapai 400 Kepala Keluarga (KK). "Alhamdulillah bantuan yang datang ke sini tak hanya RZI. Pemerintah Kab. Bandung serta Rumah Sakit telah membuat posko bantuan di kampung ini," tutur dr. Yudi saat dihubungi melalui telepon selulernya.
Posko terpadu
Sementara pada fase evakuasi di hari ke-5 pasca gempa, Rumah Zakat bersama Perusahaan Gas Negara mendirikan Posko Terpadu di RW 11 Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, dengan menerjunkan kembali 12 tim untuk melakukan evakuasi pasca gempa.
Noor Yahya Muhammad, OC Siaga Bencana Rumah Zakat Indonesia.mengatakan, dilokasi itu termasuk desa yang paling parah dengan jumlah kerusakan terbesar, dengan perincian Rumah rusak berat mencapai 667, rusak ringan 1271 dengan 2 korban jiwa, luka berat 65 orang, luka sedang 102 orang dan luka ringan 178 orang. Selain itu terdapat 28 sarana ibadah (masjid) yang memerlukan renovasi, bahkan beberapa harus di rehap total.
Karena itu, dilokasi yang dihuni lebih dari 41 KK atau sekitar 130 orang wanita dan anak-anak ini, Rumah Zakat telah mendirikan Posko Terpadu berupa tenda pleton. Dilokasi yang cukup dingin ini masih banyak yang tidur di ?tenda' alakadarnya sehingga keberadaan tenda pleton, selimut dan bahan makanan masih sangat dibutuhkan. "Lokasi ini cukup sulit terjangkau dan memiliki tingkat kerusakan yang tinggi, karena itu insyaAlloh untuk wilayah Kabupaten Bandung kami akan lebih fokus," imbuh Yahya.
Dalam fase evakuasi ini, Rumah Zakat telah memberikan 8 layanan yaitu, Siaga Sehat untuk 200 pasien, Siaga Gizi untuk 100 kepala keluarga berupa beras dan Kornet Superqurban, Pemberian Makanan Tambahan untuk 100 anak balita, Paket Khusus Wanita untuk 100 orang, Siaga Sandang untuk 100 anak, Siaga Niaga berupa alat perukangan dan pertanian untuk 100 pemuda, Paket Sarana Ibadah untuk 100 warga jompo, serta berhasil meyalurkan 150 paket Buka Puasa Bersama. "Sehingga total penerima manfaat mencapai 990 orang," jelas Yahya.
Yahya mengatakan, meski demikian dilokasi ini nuansa Ramadhan masih kental terasa. Lantunan adzan bersahut-sahutan, anak-anak dan orang tua bersegera ke Masjid untuk shalat tarawih. Semoga setiap orang mampu mengambil hikmah atas ujian yang terjadi, sehingga energy positif untuk kembali membenahi diri mampu mengalahkan tatapan mata yang kosong.***
Media Relations,
Rumah Zakat Indonesia
021-7152 9205
(mbs)