Selasa, 08 September 2009 12:24 wib

Opini Pembaca

Apapun Klaim Malaysia, Batik Jadi Warisan Budaya Dunia

Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia. Batik dinilai sebagai ikon budaya yang memiliki keunikan dan filosofi mendalam, serta mencakup siklus kehidupan manusia, sehingga ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda dari kemanusiaan.

Penetapan batik sebagai warisan budaya dunia oleh badan dunia, seperti UNESCO ini tentu saja membanggakan bangsa Indonesia, sebab di tengah-tengah gencarnya klaim Malaysia terhadap budaya dan kesenian Indonesia, termasuk batik, menjadikan warisan budaya tersebut perlu dipatenkan menjadi budaya Indonesia.

Penetapan batik itu mengikutikegiatan UNESCO sebelumnya, yang menyatakan, bahwa wayang dan keris sebagai budaya dunia dari Indonesia. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik mengatakan, bahwa kegiatan penetapan warisan budaya itu yang berikutnya adalah angklung dan budaya lainnya yang terus diperjuangkan satu per satu sebagai karya budaya bangsa Indonesia tercinta.

Yang dimaksud budaya tak benda oleh UNESCO, terdiri dari budaya lisan, cerita, termasuk bahasa, seni pentas, tari, wayang, adat istiadat kebudayaan masyarakat, kerajinan tradisional, dan semua benda yang terkait dengan lingkungan alam tersebut. Sementara budaya benda terdiri dari monumen, candi, pemandangan alam, dan sebagainya.

Batik, seperti disebut di atas, merupakan warisan budaya tak benda dari kemanusiaan. Ini penting. Kata kemanusiaan ditekankan, karena ini bukan hanya menyangkut Indonesia. Batik dianggap sebagai budaya dunia yang asalnya dari Indonesia.

Penetapan kain tradisional batik sebagai warisan budaya dunia dari Indonesia antara lain dengan menimbang batik sebagai kerajinan tradisional turun-temurun dari Indonesia yang kaya akan nilai budaya. Dalam penilaiannya, UNESCO juga meneliti perlindungan yang diberikan Pemerintah Indonesia terhadap batik.
UNESCO juga meneliti apakah Indonesia memiliki masyarakat batik, industri batik, konsumen pemakai, budaya, serta sejarah batik di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, UNESCO telah menyetujui batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia.

Terkait dengan peresmian batik sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, seluruh masyarakat Indonesia hendaknya terus mengenakan batik. Hal itu dimaksudkan sebagai bentuk penghargaan masyarakat terhadap batik. Oleh karena itu, pengakuan UNESCO terhadap batik akan memperkuat tekad untuk terus membudayakan batik di Indonesia.
 
WORO SEMBODHRO
Baciro, Yogyakarta
worosembodhro@yahoo.com

(mbs)