Jum'at, 11 September 2009 11:01 wib

Opini Pembaca

Jangan Ungkit lagi Kasus Balibo

Secara tak terduga, Kepolisian Federal Australia (AFP) akan memulai penyelidikan atas terbunuhnya lima wartawan asing  di Balibo, Timor-Timur, pada 1975. 5 Jurnalis itu terkenal dengan sebutan 'Balibo Five'. Balibo Five adalah jurnalis Greg Shackleton dan Tony Stewart (Australia), Brian Peters dan Malcolm Rennie (Inggris), serta Gary Cunningham (Selandia Baru) tewas saat meliput masuknya militer Indonesia ke Timor Timur. Keputusan ini datang nyaris 2 tahun setelah penyelidikan koroner mengungkap bahwa Balibo Five dibunuh setelah mereka menyatakan diri menyerah pada militer Indonesia, dan munculnya seruan agar para jenderal Indonesia dikenai dakwaan sebagai penjahat perang.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pengungkapan kembali kasus Balibo Five oleh kepolisian Australia, bertentangan dengan semangat menatap masa depan. Saat ini sudah terbangun semangat antara Indonesia dengan Timor Leste untuk mengakhiri segala yang mengganggu hubungan dengan membentuk Comission of Truth and Friendship.

Sementara Departemen Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan kasus pembunuhan lima wartawan asing di Balibo, Timor Leste, pada 1975 sudah selesai dengan kesimpulan bahwa kematian mereka karena kecelakaan. juru bicara Deplu Teuku Faizasyahmengatakan Indonesia tidak melihat adanya suatu kepentingan untuk membuka kasus ini lagi. Sudah disimpukan bahwa kematian kelima wartawan asing tersebut adalah karena kecelakaan bukan disengaja.

Pemerintah Australia jangan mengungkit-ungkit persoalan yang sudah jelas diputuskan bahwa kasus Balibo Five sudah selesai. Jangan mencari persoalan yang dapat memanaskan hubungan kedua negara. Bangsa Indonesia sudah sakit hati dengan lepasnya Timor-timur dari Negara Kasatuan Indonesia. Akan menjadi sakit hati jika terus-menerus mengukit persoalan lama yang belum terbukti kebenaranya. Sudah menjadi risiko bila seorang jurnalis tewas dalam peliputan pertempuran, lihat saja saat ini begitu banyak mereka menjadi sasaran temabak ketika meliput pertempuran.

Kita sebagai bangsa Indonesia tentunya tidak terus-menerus dirongrong oleh Australia terhadap kasus Balibo Five. Seadainya pihak Australia mengadili orang Indonesia terhadap kasus ini , harus di cegah dan harus ditolak secara tegas.

Yonas  G
Jl. Gandaria Tengah, Jakarta

(mbs)