Rabu, 16 September 2009 09:03 wib

Opini Pembaca

Waspadai Aksi Terorisme Manfaatkan Momen Hari Raya

Beberapa hari lagi umat Islam akan menyambut hari Rayat Idul Fitri, kesibukanpun telah dilakukan jauh-jauh hari. Pulang kampung merupakan tradisi rutin menjelang hari raya.Kepadatan  di stasiun, pelabuhan, terminal dan bandara menjadi berbeda dengan haris -hari biasa. Tindak kriminal pun menjadi meningkat, dari kasus pencopetan hingga kasus pembiusan kepada para pemudik untuk dikuras barang bawaannya. Itulah berita-berita di medai massa yang kita sering dengan ataupun baca.

Akan tetapi ada aktivitas  yang patut kita waspadai dan jangan lengah, yaitu terorisme. Masih berkeliaranya para petolan-petolan terorisme seperti Noordi M Top dan kawan-kawan. Negeri belum steril  dari ancaman kegiatan terorisme. Setiap saat kita akan dihantui oleh aktivitas yang tak terduga seperti peledakan bom.

Pengamat intelijen Wawan H Purwanto mewanti-wati kepada masyarakat agar mewaspadai aksi terorisme menjelang dan pada saat perayaan Hari Raya Idul Fitri. Selain itu, masyarakat juga dimita mewaspadai upaya adu domba oleh kekuatan asing di Indonesia.
Biasanya kerusuhan di berbagai daerah konflik justru memanfaatkan momen Idul Fitri. Kenyataannya, Idul Fitri tahun 2007 meledak kerusuhan, itu ada itu settinga dari luar negeri.

Sementara  Deputi Operasi (Deops) Kapolri Irjen YS Wenas menegaskan bahwa Polri menekankan beberapa hal yang patut diwaspadai menjelang Lebaran. Salah satu di antaranya adalah kewaspadaan terhadap aksi terorisme.Tingkatkan kewaspadaan tehadap kemungkinan terjadinya aksi teror yang memanfaatkan momen silaturahmi maupun aktivitas masyarakat lainnya.

Walaupun aparat keamanan yaitu kepolisian telah mengatisipasi dan mewaspdai kemungkinan terjadinya aksi terorisme. Kita sebagai masyarakat tidak boleh terlena, kewaspadaan tetap harus dijaga. Masyarakat harus tetap peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya. Bila ada aktivitas sekelompok yang mencurikan segera laporkan kepada pihak berwajib. Ingat kita tidak tahu kapan pelaku teror beraksi, bisa saja momentum hari raya digunakan mereka untuk mengadu domba umat bergama di Indonesia, seperti yang ditegaskan pengamat Intelijen Wawan H Purwanto.

Yudi Prasetyo
Jl. Ciliwung, Margonda, Depok, Jawa Barat

(mbs)