Rabu, 16 September 2009 11:39 wib

Opini Pembaca

Kelompok Separatis Hambat Pembangunan di Papua

Aksi penembakan  di sekitar lokasi pertambangan Freeport belum juga reda. Belum tertangkap para pelaku  sebelumnya, kembali aksi serupa. Sebuah bus yang mengangkut keamanan dan cleaning service ditembaki olah kelompok yang belumjelas,Sabtu (12/9/2009), diareal Tembagapura, Papua. Akibatnya bus yang mengangkut tertembus peluru. Tidak ada korban tewas, namun ada dua orang mengalami luka dalam peristiwa yang terjadi sekira pukul 08.50 Wit itu. Untuk sementar para pelakunya diduga kelompok kellik Kwalik.

Terus berlangsung aksi penembakan di areal pertambang Freeport, secara langsung mengganggu proses pruduksi. Para pelaku penembakan, terus menteror karyawan maupun apara keamanan. Setiap saat mereka melakukan aksi teror penembakan. Aksi tembak lari nampak sangat efektif membuat resah dan bingung karyawan dan aparat.

Kejadia penembakan di areal Freeport, akan mejadi perhatian dunia internasional. Freepor merupakan milik asing yang melakukan investasi pertambangan di Papua. Penyeranagn dia areal pertambangn milik asing  telah dimnafaatkan kelompok separtis di Papua untuk mencari perhatian dunia internasional, bahwa mereka tetap eksis keberadaanya.

Washington Post edisi akhir pekan lalu menampilkan berita terlukanya dua polisi akibat tembakan seseorang di bus di sekitar lokasi pertambangan PT Freeport Indonesia. Diliputnya aksi penembakan oleh media asing, salah satu bukti bahwa  kasus ini  telah menjadi perhatian internasional.

Namun, kita masih berbesar hati, Dubes Inggris untuk Indonesia Martin Hatfill yang bertemu dengan Gubernur Papua Barnabas Suebu, Senin (14/9/2009), mengatakan bahwa aksi-aksi separatis yang dilakukan oleh sebagian kelompok yang menginginkan Papua lepas dari Republik Indonesia, tidak didukung penuh oleh Pemerintahan Kerajaan Inggris.

Dukungan dunia internasional atas keberadaan Papua yang merupakan bagian dari NKRI, sangat diperlukan. Ini akan memperlemah eksistensi para separatisme di Papua, sehingga mereka hanya dipandang sebagai pelaku kriminal. Akan tetapi kita berharap aparat untuk segera menuntaskan kasus penembakan di Freeport. Tangkap semua pelakunya dan jangan berlarut-larut, karena akan berdampak buruk pada pembangunan dan investasi di Papua.

Yonas G
Jl. Gandaria Tengah II, Jakarta

(mbs)