Bagi John F Kennedy jabatan presiden merupakan pekerjaan termulia. Sebab dalam pandangannya, politik itu sendiri adalah kerja mulia. Lain halnya dengan Billy Carter, adik kandung bekas presiden Jimmy Carter.
Menurut Gus Dur, Billy Carter memiliki usaha pompa bensin. Kalau pas ada waktu senggang, biasanya ia suka bersantai dengan beberapa temannya sambil menikmati bir atau minuman lain kegemarannya.
Pokoknya, ia prototipe "orang biasa" di tingkat terbawah kehidupan politik Amerika Serikat. Karena ia pun punya penilaian sendiri tentang perubahan besar dalam kehidupan kota tempat tinggalnya.
Pada tahun 1976, abangnya, Jimmy Carter, mencoba mencalonkan diri sebagai presiden. Di masa santer-santernya kampanye Carter berlangsung, Billy pun tak luput dari kejaran wartawan yang ingin tahu lebih jauh tentang keluarga besar Carter. Wartawan yang memergokinya langsung bertanya, bagaimana sesungguhnya kondisi keluarga Carter.
Billy menjawab, "Ibuku sudah lebih tujuhpuluh tahun umurnya, ketika ia mendaftarkan diri masuk Korps Perdamaian sebagai juru rawat di India untuk dua tahun. Kakak perempuanku senang naik sepeda ke mana-mana, sampai keluar negara bagian yang luas. Kakak perempuanku yang satu lagi menjadi pengabar Injil, pada tadinya ia ratu kecantikan.
"Sekarang, abangku ingin jadi presiden. Nah, Anda bisa lihat, akulah satu-satunya orang yang normal dalam keluarga ini."
(ahm)