Senin, 04 Agustus 2008 14:06 wib

Diskusi Money Laundering dengan Yunus Husein


Suasana diskusi dengan Yunus Husein
Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein datang berkunjung ke kantor redaksi okezone, Jumat 2 Agustus sore lalu.

Awalnya, kunjungan itu hanya sekadar untuk menyambung tali silaturahmi. Namun, pembicaraan yang semula santai itu berubah menjadi diskusi serius. Awak okezone yang hadir pun memanfaatkan pertemuan ini untuk menggali sejumlah informasi seputar kerja PPATK dan praktik pencucian uang atau money laundering di Tanah Air.

"Kami ini follow the money, bukan follow the suspect seperti kejaksaan atau kepolisian," cetus Yunus menjelaskan pola kerja PPATK.

Untuk diketahui, Yunus menjabat sebagai kepala PPATK semenjak Oktober 2002. Pria kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat pada 29 Desember 1956 ini fasih saat bicara tentang modus-modus pencucian uang yang biasa dilakukan para koruptor. Kata dia, modus yang digunakan para pelaku kini sudah semakin bervariatif, dan bahkan jumlahnya semakin banyak.

"Jumlah laporan transaksi mencurigakan yang masuk ke PPATK pada semester pertama tahun ini mencapai 4.707 kasus. Ini meningkat dua kali dibanding periode yang sama tahun lalu," beber Yunus.

Meski yang dibicarakan adalah isu yang serius, sesekali candaan keluar dari mulut Yunus atau dari awak redaksi okezone. Termasuk juga dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan santai kepada Yunus.

"Sudah pernah diteror sama koruptor belum, Pak? Kerjaan bapak kan berkaitan sama mereka?" tanya redaktur pelaksana Ahmad Dhani santai. "Hahaha... Alhamdulillah sejauh ini belum pernah," jawab Yunus. (jri)