Senin, 09 Nopember 2009 17:34 wib
Yuk Ikut Daur Ulang ala Tetra Pak
Isu global warming kian gencar diserukan sejumlah lembaga swadaya masyarakat dan penggiat lingkungan. Apalagi pemerintah Indonesia terus menggencarkan isu ini dengan sejumlah kebijakan agar perusahaan kian peduli lingkungan.
Salah satunya kebijakan undang-undang nomor 18 tahun 2008 tentang transformasi dan strategi penanggulangan sampah. Tidak tanggung-tanggung ancaman penjara hingga 10 tahun atau denda Rp5 miliar pun mengancam perusahaan.
Senin (9/11/2009) siang Redaksi Okezone.com kedatangan duo "Srikandi" Tetra Pak. Mereka adalah Communications Director Tetra Pak Mignonne NB Maramis Akiyama dan Environment Management Herlinda Murap.
Bagi pembaca mungkin kurang familiar dengan Tetra Pak, namun Anda pasti sudah menggunakan produk mereka secara sadar maupun tidak. Tetra Pak merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengepakan. Mereka memiliki mitra bisnis seperti Indomilk, Ultrajaya, Sosro, dan Greenfields Indonesia.
Dalam obrolan selama hampir 90 menit dengan tim Redaksi yang dipimpin Pemred M Budi Santosa, secara gamblang Mignonne menjelaskan mengenai program pengolahan sampah yang dijalankan perusahaan yang berdiri sejak 30 tahun lalu itu. Hadir pula dalam diskusi itu Redpel Nurfajri Budi Nugroho, Redpel Ahmad Dhani, dan Koordinator Liputan Nasional Kemas Irawan Nurrachman.
Meski program baru mulai berjalan beberapa tahun terakhir, namun perusahaan pertama pengepakan di Indonesia ini mampu mengumpulkan sampah kemasan Tetra Pak mencapai 600 ton pada 2009 ini.
Tetra Pak bekerja sama dengan tiga pengolahan limbah sampah, yang berada di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jabodetabek, untuk mendaur ulang produknya. Mereka pun merangkul dinas-dinas terkait, pengumpul sampah, dan pemulung untuk mengumpulkan sampah Tetra Pak.
Hasilnya pun tidak mengecewakan. Kertas daur ulang hasil olahan produk Tetra Pak tidak kalah dengan produk daur ulang lainnya.
"Serat yang dihasilkan produk kita panjang-panjang, sehingga menghasilkan produk yang berkualitas," tutur Mignonne.
Dia pun memastikan, bahan dasar yang digunakan produk-produk Tetra Pak berasal dari perusahaan yang memiliki izin legal. Tetra Pak, kata Mignonne, sengaja berkunjung ke okezone agar media terutama internet bisa ikut mensosialisasikan program daur ulang ini. "Di Indonesia memang masih sedikit sekali produk Tetra yang berhasil didaur ulang. Tapi tahun ini kita targetkan 600 ton kemasan produk Tetra yang digunakan berbagai perusahaan bisa kita daur ulang," ujarnya.
Obrolan pun mengalir dan tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 16.00 WIB. "Wah kalau kelamaan nanti beritanya nggak update, kalau begitu kita permisi dahulu," kelakar Mignonne.
Jadi tetap gunakan produk ramah lingkungan dan lestarikan alam Indonesia. Selamatkan alam kita untuk anak dan cucu kita.
(kem)
(mbs)