Kamis, 18 Pebruari 2010 13:29 wib

Ringankan Beban Saudara Kita Melalui OkeCare!


Salah satu awak okezone, TB Ardi Januar (kanan), menyalurkan bantuan ke Posko Tragedi Situ Gintung, Maret 2009. (Foto: okezone)
Tidak semua orang memiliki rupa yang sama, begitu juga dengan nasib dan kesehatan. Beruntung kita masih bisa diberikan hidup yang layak dan jasmani yang sehat.
 
Demikian pula dengan anak-anak yang kita lahirkan mampu tersenyum, bahkan kadang tertawa saat diajak bercanda. Beruntung, kita sebagai orangtua diberikan anak sehat jasmani dan rohani, serta masih mampu membelikannya susu, sandang, dan pangan. Bahkan mainan untuk sekadar menghiburnya.

Namun tidak demikian kiranya dengan anak-anak luar biasa yang masih harus berjuang di luar sana. Mereka harus berjuang melawan sakit agar bisa menikmati hidup dan memberikan keceriaan bagi kedua orangtuanya, serta orang-orang di sekitarnya.

Sebut saja Muhamad Toriq, bayi penderita hydrocephalus yang sempat telantar selama dua minggu di Masjid Asy Syifa Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Anak pasangan Fitri Triani (20), dan Romi (25) masih terkapar tak berdaya, meski hanya bermodalkan semangat dalam hati.

Lain lagi dengan apa yang dialami Muhammad Rizky Lubis, bayi yang harus lahir tanpa memiliki dinding perut. Sampai-sampai kedua orangtuanya, Erwin Lubis dan Endriana, harus berbesar hati ditolak rumah sakit berkali-kali. Padahal sebagai orangtua pasti ingin menyelamatkan anaknya supaya bisa hidup normal dan menjadi kebanggaan keluarga. Demikian juga balita Bilqis, yang sedang dalam perawatan RS Karyadi Semarang.

Masih banyak saudara-saudara kita lainnya yang sedang dirundung kesusahan dan tidak mampu untuk berjalan sendiri menghadapi segala persoalan yang ada. Andaikan seluruh manusia yang lahir di bumi ini bisa hidup sehat dan sejahtera, betapa damainya hidup ini.

Namun jika semua hidup sempurna, lalu dengan apa kita bisa mengasah kepedulian kita? Bagaimana kita bisa mengukur seberapa besar hati yang kita miliki? Dan bagaimana bisa kita memastikan, masih adakah nurani manusia dalam diri kita?

Tidak normal rasanya jika kita menanti apa yang akan terjadi pada mereka hanya dengan berdiam diri. Tidak wajar juga jika kita hanya duduk, membuka internet, lalu membaca berita up date tentang kesusahan mereka, untuk kemudian mematikan komputer, dan kemudian kembali bekerja dengan baik, tanpa memikirkan apa yang harus kita lakukan untuk membantu mereka.

Semua manusia akan tumbuh dengan hati nurani yang akan terbuka dan pikiran yang semakin matang. Begitu pula dengan okezone. Kurun tiga tahun merupakan waktu yang cukup bagi kami untuk mulai tumbuh dan mulai menyadari arti penting sebuah kehidupan sosial. Kami sadar, keberadaan kami tidak hanya untuk menghadirkan berita dan menyampaikannya kepada Anda. Banyak hal yang bisa kami lakukan, hanya sekadar menyuguhkan berita. Salah satunya membantu orang-orang di sekitar kita, yang sedang ditempa oleh Tuhan dengan berbagai cobaan yang harus dihadapinya untuk bisa menjadi insan yang kuat.

Tidak ada salahnya, jika kami menjadi perpanjangan tangan saudara-saudara kami untuk bisa meraih bantuan yang diberikan oleh para pembaca sekalian melalui donasi OkeCare!.

Oleh karena itu, okezone membuka pintu untuk menerima donasi pembaca agar bisa disampaikan kepada yang berhak. Amanah bagi saudara-saudara kita dapat dikirimkan melalui rekening OkeCare! Bank Mandiri a.n. Lina Arisah no.rek.103.00.0522900.6 KCP Gedung Bimantara.

Atau penyaluran bantuan juga bisa dilakukan secara langsung ke redaksi okezone di Gedung High End, Kompleks Menara Kebon Sirih, Jalan Kebon Sirih Raya Kav 17-19, Jakarta Pusat. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan donasi, okezone tidak bertanggung jawab atas bantuan yang disalurkan pembaca di luar kedua sarana tersebut di atas.

Tidak ada hal yang lebih indah selain membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan. Meski hidup tidak sempurna secara fisik, namun kita bisa memberikan kesempurnaan dalam hati, dengan membantu saudara-saudara kita di luar sana secara ikhlas.
 
(rhs)