Senin, 17 Oktober 2011 09:58 wib

Janji Masterchef Lucky Majukan Kanal Food

SUKSES menjadi Masterchef Indonesia pertama, Lucky Andreono tidak mau berdiam diri saja. Selain membuka restoran pribadi, pria yang memiliki ciri khas ikat kepala Sushi Chef ini mengaku siap berbagi pengetahuan dan pengalaman dunia kuliner kepada pembaca setia okezone.


Baru-baru ini, kantor redaksi okezone kembali menerima tamu spesial, Lucky Andreono atau Chef Lucky. Sosoknya sangat bersahaja kendati telah terkenal. Pria kelahiran Malang, 16 April 1980 ini terlihat santai mengenakan t-shirt putih dengan setelan celana jins. Meski begitu, senyuman ramah menjadi pesona tersendiri bagi pria pemilik restoran “Lucky Grill Ribs” yang terletak di Jalan Fatmawati Raya No. 55E, Cipete, Jakarta Selatan.

Setelah berbincang sejenak dengan Pemimpin Redaksi M Budi Santosa, pria bertubuh tambun yang kerap disapa Papa Bear ini kemudian diperkenalkan kepada seluruh awak redaksi di sela-sela kesibukan mereka mengetik berita, plus ditemani Redaktur Lifestyle & Food Tuty Ocktaviany.

Lucky kemudian diarahkan menuju ruang meeting okezone untuk melakukan sesi wawancara dengan tim dari kanal Kampus, Lifestyle, Autos, dan Food.

“Wah, orangnya ramah-ramah dan ‘rame’ ya. Mungkin karena kebanyakan dari mereka masih muda juga,” ujar Lucky di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Sebelum sesi wawancara dimulai, Lucky terlebih dahulu diberikan penjelasan seputar kanal yang fokus pada kuliner, Okefood. Perbincangan seru pun berlanjut, hingga akhirnya Lucky melontarkan respons positif saat diminta untuk menjadi konsultan di kanal tersebut. Ia bahkan beberapa kali memberikan saran menarik untuk bisa lebih memajukan Okefood.

“Mau banget, saya siap mulai kapan saja. Lebih lanjut saya akan memajukan kanal ini dengan mengangkat ‘simple food’. Selain itu, kita harus memberikan dua tipe resep yang berbeda, simpel dan rumit. Meski resep yang rumit bisa jadi hanya akan terpakai oleh orang yang suka masak,” sambung ayah dari Alexander (2 tahun 9 bulan).

Dengan menghadirkan resep yang rumit, Lucky melihat ada peluang kanal Okefood dapat membuat tantangan tersendiri bagi pembacanya.

“Saya lebih senang proses memasak yang memakan waktu hingga 2-3 jam hanya untuk menyiapkan bahan-bahan utamanya, itu karena saya mengerti cara membuatnya. Tapi bagi pembaca tentu menjadi tantangan,” jelas Lucky.

Menurut Lucky, pada artikel “review” tempat makan ada baiknya ditambahkan “rating” (penilaian). Dengan begitu, restoran dan penulis bisa lebih “credible” dan tidak sekadar berpromosi kepada pembaca.

“Misalkan saya mengajak Chef Juna untuk makan di suatu tempat, restoran itu tidak tahu kalau sedang kami ‘review’. Semakin tinggi rating yang kami berikan, maka restoran tersebut menyajikan makanan yang benar-benar enak. Sehingga pembaca juga tidak merasa tertipu, ‘Mana nih, katanya makanannya enak?’. Restoran itu pun menjadi lebih diperhitungkan masyarakat,” jelas Lucky bersemangat.

Tertarik dengan ide tersebut, Okefood berencana menampung dan merealisasikannya dalam waktu dekat.

Sebuah pertanyaan iseng pun terlontar, apakah Lucky berminat untuk memasak khusus bagi awak redaksi okezone suatu hari?

“Boleh. Mungkin saya akan memasak sesuatu yang simpel dan bisa dipraktikkan oleh teman-teman di okezone. Karena mereka tidak punya banyak waktu untuk memasak di dapur. Kemungkinan besar, saya akan sajikan ‘Salmon Pastry’,” janjinya.

Untuk persiapan memasak di kantor redaksi okezone, Lucky berencana menyiapkan salmon yang sudah matang.

“Resep ini menarik, terutama mereka yang punya oven di rumah. Kalau masak di sini, nanti saya akan masak terlebih dulu salmonnya di rumah,” sambungnya.

Tak terasa, waktu telah menunjukkan pukul 17.25 WIB. Percakapan santai antara Lucky dengan teman-teman redaksi terpaksa disudahi. Sebelum pulang, Lucky yang telah mengganti kaus putihnya dengan kostum chef beberapa kali foto bersama dengan tim okezone.

“Terima kasih, kapan-kapan saya ke sini lagi,” pamit Lucky.
(tty)