Sabtu, 02 Pebruari 2008 20:49 wib

Security Carrefour ITC Cempaka Mas Sangat Keterlaluan


Pada 27 Januari 2008 sekitar pukul 20.00 WIB , saya mengalami perlakuan tidak menyenangkan oleh petugas keamanan Carrefour ITC Cempaka Mas, Jakarta. Atas nama Bp Iwan Djatmiko selaku LPM dan anak buahnya Bpk Aris Sugianto.

Permasalahan timbul saat suami saya mau beli 2 buah Bluesky i rca pl (jek komputer) harganya @ Rp3.500, dan ia memilih-milih dulu karena dalam stok barang tersebut banyak kotak yang kosong. Setelah mengambil jek-nya saya mulai berkeliling mencari barang belanjaan yang lain. Setelah sampai di tempat pakaian, suami saya mau melihat jek yang dibelinya ternyata salah satu dari kotak itu ada yang kosong, lalu dia menaruhnya di rak celana.

Singkat cerita kami melakukan pembayaran di kasir, total semua belanjaan kami Rp200 ribuan. Ternyata saat akan keluar kasir, saya diminta oleh petugas keamanan untuk mengikutinya ke arah gudang karena ada masalah. Suami saya bertanya ada apa, mereka menjawab dengan nada kasar dan keras "Maaf bisa ikut saya sebentar, karena ada masalah yang bapak lakukan" jawabnya.

Akhirnya kami dibawa dengan dikawal 3 orang security lainnya. Tanpa rasa curiga kami mengikutinya, karena kami merasa tidak ada salah. Betapa malunya saya karena semua pengunjung melihat ke arah kami, pasti kami disangka maling atau apalah. Setiap pekerja yang lalu lalang di gudang itu melihat kami dengan pandangan yang sinis.

Posisi bentuk gudang itu pintu masuknya hanya ditutupi plastik transparan dan dekat dengan tempat roti-roti dan kue juga dengan ATM, jadi semua konsumen yang lewat dapat melihat kami dengan jelas.

Dengan kondisi saya yang sedang hamil, saya disuruh duduk di tangga untuk mengambil barang (tidak disediakan tempat duduk) padahal mereka melihat saya dalam keadaan hamil 5 bulan.

Lalu suami saya bertanya kepada Bp Aris Sugianto (yang berpakaian preman) ada apa sebenarnya dan dengan gaya sok-nya dan nada membentak ia menerangkan bahwa ia melihat suami saya mengambil jek tersebut dan meninggalkan kotaknya di rak celana. Dan di sana ada Bp Iwan selaku LPM dari Bp Aris yang diam saja melihat anak buahnya bekerja.

Lalu suami saya meminta petugas security itu menggeledahnya, suami saya sampai meminta meminta agar diperiksa sampai pakaian dalamnya juga sekalian serta ia mengeluarkan ID card tempat bekerjanya untuk menjelaskan bahwa ia tidak mungkin mencuri, dan menjelaskan tidak mungkin dia mengambil barang tersebut yang harganya hanya Rp3.500, sedangkan belanjaan kami sampai 200 ribuan.

Suami saya yang emosi mengajak Bp Iwan dan Bp Aris melihat tempat jek-nya bahwa di sana juga banyak kotak yang kosong, tetapi mereka tidak mau dengan mukanya yang cemberut. Dan Bp Iwan kembali meminta maaf tetapi suami saya sudah amat kesal dan kecewa.

Apakah semua ini standar pelayanan di Carrefour? Mengapa tidak memeriksa barang-barangnya apakah ada yang kosong atau rusak, kalau memang melihat ada yang mengambil barangnya lihat lagi dimasukkan kemana barang tsb ke keranjang atau kedalam tasnya, jadi dapat langsung ditangkap untuk dibayar tanpa perlu menunggu konsumen keluar dari kasir.

Atau hanya akal-akalan Carrefour saja, karena bila ketahuan setelah keluar dari kasir bisa dikenai denda ditambah mempermalukan konsumen? Dan juga apa di dalam pelayanan Carrefour tidak mengenal rasa belas kasih sudah tahu ada wanita hamil sebaiknya diberi tempat duduk. Dan juga apakah tidak ada ruang interogasi yang khusus, tidak perlu di gudang yang hanya ditutupi plastik transparan dan semua orang dapat melihatnya, sangat keterlaluan.

Kelihatannya Carrefour masih kurang memberikan pelatihan kepada para securitynya agar tidak sombong dan cara menginterogasi orang bagaimana bahasanya dan tempatnya harus dimana?

SISKA
Jl Cempaka Putih Barat VI No 11
Jakarta Pusat

(sjn)