Kamis, 14 Pebruari 2008 12:34 wib

Tanggapan Valentine Diharamkan? (2)

Hari Valentine

Hari Valentine atau Valentine's day adalah hari di mana kita memperingati cinta dan kasih sayang sedunia. Tidak perduli apa pun latar belakang kita, status kita, suku, dan agama kita, kita wajib mengekspresikan kasih sayang kita kepada sesama.

Namun belakangan ini sebagian organisasi keagamaan di Indonesia mengimbau untuk warga Indonesia agar tidak merayakan Hari Valentine dengan alasan bahwa Hari Valentine adalah perayaan orang kafir, dan juga Hari Valentine identik dengan sex bebas.

Saya pikir, kok picik sekali pemikiran itu, sebuah hari raya kasih sayang, di identikan dengan sesuatu yang tidak tidak. Coba kita renungkan sebentar,

Nggak usah hari valentine ... perayaan tahun baru kalau mau diusut-usutin itu pun adalah perayaan orang kafir, lalu apa kita mau memboikot perayaan tahun baru? Lalu mengenai sex bebas, nggak usah hari valentine, setiap hari di indonesia ada orang yang melakukan hubungan sex dengan pasangan yang tidak resmi/sah.

Nggak usah munafik, para pemimpin-pemimpin organisasi itu pun saya yakin mempunyai selingkuhan masing-masing. Belum terungkap aja.

Memang kita tidak hanya mengekspresikan cinta kasih kita di hari Valentine saja. Setiap hari hidup harus penuh dengan cinta. Namun apa salah nya apa bila kita memilih hari tertentu untuk memperingati Cinta dan Kasih Sayang, sebagai mana kita memilih hari-hari lain untuk memperingati hal hal penting lainnya.

Apapun sejarah dari Hari Valentine, saya pikir kita tetap bisa merayakannya tanpa harus mengungkit-ungkit sejarah bahwa itu dari agama tertentu. Bangsa tertentu. Tokoh tertentu. Kita bisa mengambil hal hal baik dari peringatan Hari Valentine ini, bukan yang buruknya. Di mana di hari ini kita mengekspresikan cinta dan kasih sayang ayah ibu kita. Saudara-saudara kita. Sahabat-sahabat kita. Pasangan kita dan semua orang di lingkungan kehidupan kita masing-masing.

Sehebat-hebatnya manusia. Apa bila tidak mempunya cinta dan kasih sayang dalam hidupnya. Dia bukan apa-apa. Sudah cukup kebodohan kita memboikot segala sesuatu yang berbau kebarat-baratan. Nggak perlu kita mempertontonkan kebodohan dan kekolotan kita lagi. Hanya mendasarkan kefanatikan tanpa memakai logika dan mengambil pelajaran yang baik.

Mortham
Jl Raya Pondok Kelapa Blok C4-1D, Jakarta
Telp 02193404197



MUI Tidak Dewasa Haramkan Valentine

Salam Kasih Sayang Buat Semuanya,
Rencana MUI yang akan mengeluarkan fatwa haram tentang Valentine menunjukkan bahwa MUI semakin TIDAK DEWASA, dengan alasan sangat tidak logis, tanpa fakta dan tanpa penelitian. Menurut saya, sekarang ini belum ada penelitian yang menyatakan bahwa merayakan Valentine itu akan berdampak NEGATIF. Jika ada hal negatif dari perayaan Valentine, itu karena perbuatan buruk dari personal yang merayakannya, bukan karena hari Valentine-nya. Perlu diketahui, hari Valentine adalah bukan suatu ritual atau hari raya agama tertentu, tetapi merupakan tradisi spontan yang dilakukan secara serentak semua umat manusia sebagai momen peringatan Kasih Sayang kepada siapapun.

Buat MUI, secara moral, burukkah tradisi peringatan Valentine? Bagaimana tanggapan pembaca yang merayakannya, apakah Anda merasa dirugikan merayakan hari Valentine?
Salam Peace & Love,

Angel
Jl. Pemuda 87, Ampenan, NTB


Tanggapan Valentine

Kalau bicara sejarah valentine, maka ada beberapa versi sejarah. Silakan baca majalah eramuslim digest, maka anda akan mendapatkan sebuah versi valentine yang mengantarkan pada jawaban mengapa valentine diharamkan.

Kalau tanpa valentine, sudah banyak yang melakukan seks bebas dan hura-hura, maka tanpa valentine pun sebenarnya kasih sayang antara sesama manusia tidak pernah putus tiap harinya. Lalu untuk apa valentine sebenarnya?

Sekali lagi perlu dipertanyakan adanya memperingati hari valentine, dari segi manfaat. Manusia tidak perlu diperingkan tentang kasih sayang. Tidak perlu hari khusus untuk merayakannya. Karena kasih sayang tidaklah langka sehingga perlu hari khusus untuk memperingatinya. Kasih sayang sudah ada bersamaan dengan terciptanya manusia. Lalu mengapa ditetapkan 14 Februari untuk memperingati hari kasih sayang?

Kalau tidak ada artinya, lalu mengapa dirayakan juga?

Fatwa MUI - kalau lah akhirnya MUI mengeluarkan fatwa tentang keharaman merayakan valentine - tentu hanya untuk umat Islam saja. Untuk hal yang tidak ada manfaatnya, umat Islam dilarang untuk "beratasyabuh", mengikuti pola hidup non muslim. Sekali lagi, untuk hal yang tidak ada manfaatnya. Jadi kalau memang acara valentine itu tidak bermanfaat, merayakannya atau tidak merayakannya tidak berpengaruh apa-apa atas kehidupan kita, maka tidak perlu kita mengikuti pola hidup nonmuslim.

Lalu, sudah lah tidak ada manfaatnya, acara Valentine ini sering ditunggangi oleh promotor maksiat. Memang kemaksiatan bisa tiap hari ada, tapi spesial untuk hari valentine, kemaksiatan dipromosikan jauh lebih gencar dibanding hari-hari biasanya.

Jadi, masih adakah alasan untuk merayakan hari valentine?

Andri
Jl Ratu di Puncak Bandar Lampung, Bandar Lampung

(mbs)