Hi...
Semoga OKEZone dapat menyampaikan ke Pimpinan Indovision.
Persoalan saya dimulai ketika Indovision saya bermasalah pada tanggal Rabu 19 Maret 2008. Saya mencoba menghubungi Call Center Indovision dari jam 8 pagi dan baru terhubungkan 1 jam kemudian. Alih-alih mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya malah mendapatkan jawaban bahwa Teknisi akan datang pada hari Senin 24 Maret 2008 minggu depan yang notabene berarti 5 hari saya dibiarkan terganggu dengan ketidakbisaan Indovision.
Setelah berbicara dengan Donny, Zikry, Fauzi, Oman, Yono, Widi (?) dan Nike (?) dan Supervisor-nya Mesa, dan dengan menaikan volume suara, Teman-teman Call Center tersebut akhirnya memahami bahwa adalah salah untuk membiarkan Pelanggan mereka menunggu dan mereka menyadari bahwa mereka sebagai bagian dari Indovision gagal dalam melayani Pelanggan sekiranya tetap mengirimkan Teknisi 5 hari kemudian
Namun hal ini sangat kontradiktif dengan Managernya, Jenny Tajauw (?). Alih-alih saya mendapatkan solusi dari seorang MANAGER namun yang didapat adalah tingkah laku yang tidak proper dari seorang MANAGER perusahaan besar seperti Indovision. Saya membutuhkan 5 hari untuk dapat berbicara dengan beliau. Konfirmasi yang diberikan adalah beliau akan menghubungi segera namun dari hari Senin s/d Rabu saya tidak dihubungi. Saya baru bisa dihubungi pada hari Rabu jam 16.00 itupun setelah saya berulang kali menghubungi. Alasan sedang makan siang namun s/d jam 15.00 alasannya masih tetap sama. Setahu saya jam istirahat makan siang hanyalah 1 jam 12.00-13.00 sehingga semustinya saya sudah dapat dihubungi secepatnya setelah jam 13.00.
Pada saat dihubungi, dari awal-pun intonasi suaranya sangatlah tidak sopan dan tidak mencerminkan seorang Manager. Kedengarannya seperti terpaksa dan tidak rela menghubungi kami yang notabene adalah PELANGGAN-nya. Hal ini sangat kontras ketika kami dihubungi oleh Ibu Tuti, Correspondence Head. Ibu Tuti sangat sangat sangat sangat sopan dan halus dan menaruh rasa empatinya ke kami. Saya angkat topi dan 2 jempol untuk Ibu Tuti. Seyogyanya Indovision harus menempatkan Ibu Tuti sebagai seorang Call Center Manager instead of Jenny.
Surat saya bukanlah sesuatu yang tendensius namun merupakan hal nyata yang dialami oleh seorang Pelanggan dengan seorang Call Center Manager (katanya :)).
Singkat cerita, saya sangat-sangat menyesal berbicara dengan seorang Call Center Manager seperti yang dimiliki oleh sebuah perusahaan besar seperti Indovision. Tidak ada solusi yang saya terima dari beliau sama sekali bahkan ketika saya sampaikan bahwa "berapa biaya yang saya harus keluarkan untuk menghubungi Indovision berkali-kali" apa jawab seorang Manager. "Situ kirim saja tagihan ke Indovision nanti Finance akan bayar" atau ketika saya meminta beliau diam dan sayalah yang berbicara, apa yang terjadi..beliau benar-benar diam dan tidak mau berbicara...what a childish she is!
Ketika saya bertanya apa solusinya...kata beliau "lha khan Bapak suruh saya diam"...Benar-benar mengingatkan saya akan anak saya ketika saya marahin dan minta dia diam dia akan menjawab "kata papa diam.. jadinya kita diam"
Baru tahu saya bahwa Call Center Indovision dipimpin oleh seorang yang seperti anak kecil. Sayang yaaa....kasihan Indovision.
BTW...
Izinkan saya berterima kasih kepada Ibu Tuti dan Pak Mesa (Team LEader Call Center) seraya mendoakan agar Indovision dapat memberikan penghargaan kepada Ibu Tuti dan Mesa untuk dedikasi dan hasil akhir yang diberikan kepada Pelanggan. Indovision semustinya beruntung memiliki Ibu Tuti dan Pak Mesa.
Terima kasih
Deian
Budi Swadaya 2 No.126 - Kebon Jeruk
Jakarta Barat
Telp 081310033133, 08811213133 (mbs)