Saya datang ke Pekanbaru untuk memulai usaha skala kecil. Harus diakui, bahwa di kota yang sedang menuju Metropolitan ini, di Provinsi yang mulai menerapkan stigma ANTI PENDATANG (Pro putera asli daerah ) trend perkembangan mulai dirasa tidak sehat. Ketimpangan, ketidak merataan pembangunan, pemilikan aset, peluang dan lahan oleh praktisi kapitalis, gaya borjuis..maupun birokrat yang korup.
Di suatu waktu..saya kekurangan modal untuk mengembangkan usaha..dan saya datang ke Pekanbaru ada membawa modal masuk dalam hitungan kecil ( tidak sampai ratusan juta).. Tapi ketika mengajukan kredit di BRI Pekanbaru, ketika syarat-2 dipenuhi, ( karena pinjamnya juga kecil..jaminannya cukup BPKB Speda motor, karena memang hanya itu yang saya punya. Setelah menunggu hampir 1 bulan..ternyata janji pegawai BRI yang semula menyatakan dalam 3 hari cair, tidak terbukti. Dan dapat ditarik kesimpulan bahwa kredit ini tidak bisa diberikan. Dalam survey memang tampak raut muka si pegawai survey bahwa dia seperti tidak yakin kredit akan mampu dicicil dengan usaha saya yang omsetnya hanya di bawah 300 ribu perhari untuk pinjaman usaha kecil yang 5 juta itu.
Padahal Menteri Perindustrian Fahmi Idris telah menekankan supaya pelaku usaha kecil dibantu, bank berkewajiban membantu, apabila tidak akan ada sanksi.
Nah saya menunggu janji pak Fahmi Idris..supaya Bank BRI Pekanbaru ( melalui cabang pembantu ) diberi sanki yang tegas, setidaknya..operasionalnya dibekukan sementara..
Memang susah kalau wajah pribumi mengajukan kredit di negeri sendiri..tapi kalau yang datang itu dari etnis lain..Bank akan cepat-3 mengucurkan..sehingga terjadilah kasus BLBI yang 600 triliun itu..
Anehnya...sampai sekarang..etnis ini masih dimanjakan dalam pemberian kredit usaha... Atau kita harus kaya dulu... punya rumah mewah dan berbagai assetu yang bersertifikat baru bisa mendapatkan kredit..?
Jujur saja...ketika pernah punya asset miliaran.. kita sudah tak memerlukan Bank.. lebih baik bersedekah dari pada memperkaya Bank..akhirnya mengalir ke etnis tertentu menjadi kredit macet dan dibawa kabur..
Saya yakin , masih banyak pribumi yang mengalami hal yang saya alami ini ketika mau meinjam duit ke Bank.. walaupun Bank pemerintah negeri sendiri..
Syukri
Tampan, Pekanbaru
Telp +6281371052767 (mbs)