Setelah membaca surat pembaca yang berisi keluhan Pak Teguh Wahyu tentang pemasangan baru listrik, saya juga ingin menyampaikan pengalaman saya lebih parah dari pada yang dialami Pak Teguh.
Sebagai gambaran bahwa saya sudah mengajukan pemasangan listrik ke PLN Cabang Batulicin semenjak bulan April 2005, namun sampai sekarang belum pernah bisa dipasang dengan alasan daya kurang.
Namun kenyataannya dibeberapa bangunan milik para pejabat atau orang orang kaya yang baru berdiri langsung dapat terpasang listriknya dan langsung menyala.
Satu lagi kenyataan yang berlawanan dari alasa daya kurang adalah PLN melayani penyambungan listrik tanpa meteran dengan harga mahal contoh untuk daya 1300 watt rp 710.000/bln bayar dimuka. karena saya sangat membutuhkan listrik saya terpaksa pasang listrik dengan sistim seperti ini.
Sebagai informasi tambahan bahwa ditempat kami banyak sekali masyarakat menyambungkan/menjual listrik dari rumahnya yang kebetulan sudah punya meteran kerumah rumah disekitar yang belum bisa memasang listrik secara legal ke PLN dengan sambungan kabel yang tidak standar sehingga mudah sekali menyebabkan kebakaran yang sangat merugikan masyarakat.
Kami di kalimantan sangat lah tepat seperti pameo yang sering dibicarakan banyak orang bahwa ayam mati kelaparan dilumbung padi karena kelaparan. artinya dimana setiap hari kami mengisap debu batu bara yang akan digunakan untuk pembangkit listrik dari truk pengangkut batu bara yang bersileweran dijalan umum, namun kami sendiri tidak bisa menikmati listrik itu sendiri.
Dalam kesempatan ini kami menghimbau kepada Bapak Bapak pejabat negara atau PLN yang berwenang atas masalah energi listrik ini agar dapat turun kebawah untuk menindak penyimpangan penyimpangan yang terjadi dalam pendistribusian energy listrik ini kepada masyarakat.
Terima kasih,
Nofrianto
Jl Raya Sei Kecil
Batulicin, Tanah Bumbu, Kal Sel
Telp 081951901112 (mbs)