Minggu, 20 April 2008 14:47 wib

Suara Hati Soal Kemelut PKB

Kemelut yang berkepanjangan dan konflik tanpa kepastian penyelesaian sudah mulai menampakkan dampaknya, selain terancam tidak bisa ikut pemilu 2009 yang ada di depan matapun sudah mulai ada kekhawatiran. Pilgub Jawa Timur yang sudah akan memasuki masa pendaftaran akan mulai kehilangan semaraknya apabila calon dari PKB benar-benar tidak bisa ikut dalam proses pilgub.

Tanpa harus saling menyalahkan, karena semua pihak punya argumentasi sendiri-sendiri yang menurut mereka adalah yang paling benar dan paling sah, sedangkan pihak penyelenggara (KPUD) juga punya aturan main sendiri yang sudah jelas-jelas sah dan sudah berlaku dalam berbagai ajang pilkada, kita sebagai pemerhati (bukan pengamat) mencoba untuk mengetuk hati masing-masing pihak apa sih yang kita cari dari semua ini..? mau membuat PKB itu besar, sehingga bisa mendukung Gus Dur dalam Pilpres 2009 atau membuat besar kekuasaan diri (menguasai) PKB untuk kepentingan sendiri..?

Cobalah sejenak kita berpikir jernih dan meninggalkan seluruh atribut sekaligus ego kita masing-masing untuk bisa merenungkan, apakah kita harus mengorbankan ajang pilgub yang sudah ada didepan mata, demi kepentingan sendiri yang tidak akan pernah abadi, karena pasti akan terjadi lagi seperti yang sudah-sudah. Atau kita hanya mau mengambil keuntungan sesaat dengan mengorbankan sesuatu yang lebih besar seperti pilgub 2003 (entah benar atau tidak, wallahualam..).

Alangkah ironisnya apabila PKB yang mayoritas suara ada di Jawa Timur tidak bisa ikut (bukan kalah) dalam ajang pilgub, hanya karena konflik yang tiada akhir..Mungkin yang paling pas adalah mencari jalan tengah yaitu masing-masing pihak yang merasa paling benar dan sah sama-sama membawa calon dan dipasangkan untuk ditandatangani bersama-sama dan didaftarkan secara bersama-sama ke KPUD..akan terlihat lebih cantik dan elegan.. masalah setelah itu saling berkonflik lagi..ya terserah ( lebih bagus tidak ada kemelut lagi)..dan satu yang harus dan bisa diusung adalah demi kepentingan Gus Dur dalam Pilpres 2009..wallahualam..
Achmad
Jakarta 
(mbs)