Selasa, 06 Mei 2008 10:34 wib

XL Lagi

Saya sudah menggunakan nomor 081789xxxx (waktu itu masih proXL) sejak tahun 2001, setelah hampir 2 tahun menggunakan Simpati.

Tahun 2005, saya bermigrasi ke Xplor (pasca bayar) menggunakan nomor yg sama. Prosesnya cepat, saya ajukan hari jumat, hari sabtu sudah disurvey dan 24 jam kemudian nomor saya aktif.

Tahun 2006, karena tertarik dengan fitur unlimited GPRS, saya bermigrasi lagi ke Xplor Corporate. Prosesnya juga cepat, kurang dari 2 hari. Meski kecepatan koneksinya tidak jauh berbeda dengan dial-up dan sempat beberapa minggu down karna "maintenance" (september 2007), tapi saya tetap bertahan.

Akhir 2007 itu saya tahu klo XL tidak lagi melayani permintaan nomor Xplor Corporate baru, dan harga nomor Xplor Corporate (second) di pasaran jadi melonjak.

Awal 2008, PIC Xplor Corporate saya memberi tahu bahwa paket unlimited GPRS bulan itu akan ditutup oleh XL, dan jika ingin melanjutkan, semua member CUG-nya harus membayar deposit 3 bulan di muka. Saya kontak Yudhi, staf Business Solutions XL, dan dia memberi tahu bahwa memang permintaan pelanggan baru untuk paket unlimited GPRS sudah ditutup, tapi fiturnya sendiri baru akan dihapus bulan DESEMBER 2008.

Saya konfrontasi PIC saya dengan fakta-fakta yang saya punya, lalu dia berkelit bahwa deposit itu sebenarnya untuk mencegah adanya user yg ngemplang dan meninggalkan tagihan puluhan juta. Buat saya, alasannya tidak logis, karena standar batas kredit Xplor cuma 550K, lebih dari itu tidak bisa dipakai untuk outgoing call/sms, jadi tidak mungkin user menunggak sampai puluhan juta. Lagipula, di awal pendaftaran pun selain biaya pendaftaran, kami juga harus membayar deposit 350K. Teman-teman saya bilang, kemungkinan PIC saya berniat menjual nomor unlimited GPRS saya ke orang lain.

Mencium gelagat yg tidak beres, saya minta keluar dari CUG tapi saya mau nomor saya kembali. Sesudah itu GPRS saya diputus oleh PIC, dengan alasan untuk me-reset tagihan. 2 bulan saya terkatung-katung, GPRS dimatikan tapi saya belum dikeluarkan dari CUG dia. Dari XL pun tidak bisa berbuat apa-apa karna begitu masuk CUG, seluruh kuasa diserahkan ke PIC.

Memasuki bulan ketiga baru muncul titik (agak) terang. Saya pikir PIC saya udah mengurus migrasi saya ke Xplor Personal, tapi ternyata tidak. Dua bulan menunggu, saya cuma diberi surat keterangan bahwa saya bukan member CUG dia dan saya harus mengurus migrasi saya sendiri ke XL Center. Gila, menunggu 2 bulan untuk surat yg bisa diketik dalam 5 menit! Bahkan uang deposit saya yang 350K belum dikembalikan.

Sabtu 26 April 2008 saya ke XL Center Plaza Semanggi membawa surat keterangan tadi. Saya pikir prosesnya bakal cepat, toh tinggal mengembalikan setting & data saya ke konfigurasi yg lama. Ternyata lagi-lagi saya salah, prosesnya butuh 2 minggu, karna saya dianggap pengajuan baru. Jadi nanti akan ada (lagi) survey ke rumah, dsb.

Dan sejak hari Jumat, 2 Mei 2008 sampai hari ini Selasa, 6 Mei 2008 nomor XL saya belum bisa dipakai untuk outgoing call / SMS. Hari Sabtu 3 Mei 2008 saya sudah menghubungi Customer Service XL, dan dijawab bahwa mereka masih menunggu hasil survey ke rumah saya, dan prosesnya akan selesai dalam maksimal 7 hari kerja. Kita lihat saja nanti, yang dimaksud 7 hari kerja itu sejak pengajuan (26 April 2008), atau sejak telpon saya diputus (2 Mei 2008)?

Menurut saya, ada beberapa kebijakan XL yg merugikan. Menyerahkan semua kuasa CUG ke PIC, misalnya. Iya klo PIC-nya beres, lha klo "nakal" kayak PIC saya?

Juga proses migrasi balik (downgrade-kah istilahnya?) yg sulit. Kalau pelanggan mau upgrade, prosesnya cepat sekali, tapi saat downgrade susahnya setengah mati. Apa data user tidak disimpan? Jadi kalau ada user yang migrasi, data lamanya langsung dihapus ya?

Ironis memang, di saat XL sedang gencar-gencarnya berpromosi tarif murah, lengkap dengan iklan yang menampilkan selebritis, monyet, dan kambing, pelanggan lamanya malah tidak diperhatikan.

Adinda Erisyanita
Jl. Makmur No. 38 RT010/RW02, Jakarta Timur
Telp 021-8406001, 0817897506
(mbs)