Tayangan TV Harusnya Mendidik Bukan Provokasi
Mencermati tayangan televisi (TV) nasional sekarang ini, kita patut prihatin dan menyayangkan, karena hampir semua stasiun TV menyuguhkan tayangan yang kurang mendidik bagi masyarakat. Bahkan ada beberapa tayangan yang bisa memprovokasi pemirsanya untuk berbuat kejahatan atau memberi contoh yang tidak baik.
Banyak berita kriminal yang ditayangkan secara fulgar (apa adanya) seperti kekerasan, darah, pembunuhan dan lain-lain yang secara psikologis bisa mempengaruhi kepribadian pemirsanya, terutama anak-anak. Banyak sinetron yang memberikan contoh tidak baik, seperti berbuat jahat, membohongi, meskipun disisi lain ada yang baik. Namun, tetap saja secara psikologis mempengaruhi pemerisanya.
Bahkan sekarang ini banyak acara infotainment yang menimbulkan fitnah disiarkan dengan gamlang dan enuh sensasi, seakan menjadi hiburan yang enak seperti kasus penceraian, perseteruan antar artis dan tokoh politik.
Semua sudah melanggar etika dan norma ketimuran.
Saya sangat setuju jika Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegur stasiun TV yang menayangkan hal-hal yang kurang baik dampaknya bagi masyarakat. Seperti yang dilakukan KPI yang melayangkan surat teguran kepada stasiun televisi RCTI, Trans TV dan Trans 7 terkait dengam program infotainment.
Surat teguran bernomor 244/K/KPI/05/08 tersebut dikirim pada Kamis, 13 Mei lalu. Tiga tayangan infotainment yang ditegur yaitu tayangan SILET (RCTI) pada 4 April 2008 pukul 11.00 WIB, INSERT (TRANS TV) pada 16 April 2008 pukul 11.00 WIB dan I GOSIP SIANG (Trans 7) pada 26 April
2008 pukul 12.00 WIB. Dalam siaran pers yang ditandatangani oleh Wakil Ketua KPI Pusat, Fetty Fajriati tertulis KPI menilai ketiga tayangan tersebut telah melanggar UU No. 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran pasal 36 ayat 5(b) karena menonjolkan unsur cabul. KPI Pusat meminta ketiga stasiun televisi segera melakukan perbaikan tayangan sesuai dengan UU Penyiaran serta Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3-SPS) KPI. Apabila mereka tidak melakukan perbaikan maka KPI akan memproses teguran lebih lanjut.
Saya berharap pengusaha atau pengelola TV memberikan tayangan yang baik berupa hiburan, pengetahuan yang mendidik, sehingga tidak melanggar norma-norma kepribadian bangsa yang luhur. Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang beragama dan menjunjung etika ketimuran.
Pribadi Santoso
Taman Pagelaran, Padasuka, Ciomas. Bogor
Email: pribadis@plasa.com (fer)