Jum'at, 13 Juni 2008 08:48 wib

Dilarang (Tidak) Merokok!

Dilarang (Tidak) Merokok!

Hampir di setiap kota manapun selalu dijumpai iklan-iklan rokok. Gencarnya iklan-iklan rokok sepertinya tak terbendung dan kian bertambah semarak. Siapa pun sudah mafhum, ada kepentingan bisnis di balik semaraknya pemasangan iklan-iklan rokok di ruang publik. Yang menjadi pertanyaan, seberapa pentingkah iklan-iklan rokok itu bagi masyarakat?

Harus jujur diakui jika keberadaan iklan-iklan rokok tak memberikan dampak positif apapun. Jika pun ada, itu hanya terkait dengan pemasukan pendapatan daerah. Makin gencar iklan-iklan rokok, makin bertambah pula keuntungan finansial yang masuk ke kas daerah. Dengan demikian, pembangunan daerah sedikit banyak akan terbantu dengan adanya pemasukan dana dari pemasangan iklan-iklan rokok. Pada titik ini, pemasangan iklan-iklan rokok secara tidak langsung akan memberikan manfaat bagi masyarakat lewat pembangunan-pembangunan daerah yang dijalankan. Kendati demikian, kita cukup sadar bahwa dampak negatif dari semaraknya iklan-iklan rokok begitu besar dibandingkan manfaat positifnya. Disadari atau tidak, pemasangan iklan-iklan rokok di ruang publik semakin memacu masyarakat menjadi konsumen. Dampak selanjutnya, tingkat ketahanan hidup masyarakat perlahan merosot akibat pelbagai penyakit yang terkandung dalam produk rokok. Dengan demikian, pengaruh iklan-iklan rokok tentu saja tak bisa dipandang remeh.

Berbicara lebih jauh, kita tampaknya perlu memikirkan pemanfaatan ruang-ruang publik bagi upaya edukasi dan penyadaran masyarakat. Dikaitkan dengan iklan-iklan luar ruang, alangkah lebih baik jika berisi ajakan, pesan, ataupun informasi yang bersifat mendidik dan kuasa menumbuhkan kesadaran positif masyarakat. Di sisi lain, pengendalian perilaku merokok di tingkat masyarakat seyogianya senantiasa digalakkan. Ditegaskan sekali lagi, perilaku merokok jelas akan berdampak negatif bagi keberlangsungan hidup, apalagi bagi anak-anak yang semestinya mendapatkan perlindungan dari ancaman bahaya rokok.

Pertanyaan lebih lanjut, apakah perlu menerapkan aturan larangan merokok, terutama di tempat-tempat umum? Apakah larangan merokok akan benar-benar efektif mengurangi konsumsi rokok masyarakat? Meskipun belum bisa menjadi jaminan, penerapan aturan larangan merokok sedikit banyak akan mengurangi tingkat konsumsi rokok. Di samping penegakan aturan larangan merokok secara ketat, proses penyadaran bahwa merokok dapat membahayakan kehidupan perlu ditanamkan kepada masyarakat. Ya, tak ada kata sulit jika kehendak telah kuat. Lagi-lagi, perlu menjadi perhatian segenap pihak bahwa rokok dapat membahayakan eksistensi sebuah bangsa mengingat dampak penyakit dan kematian yang ditimbulkannya. Jadi, tak ada alasan untuk tidak mengendalikan perilaku merokok secara tegas.

Hendra Sugiantoro
Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta
085292349293


(fer)