Jum'at, 27 Juni 2008 14:57 wib

Kenapa Indonesia...

Kenapa Indonesia...

Kenapa Indonesia gagal menjadi sebuah negara pasca reformasi? Karena pemimpin dan rakyatnya tidak mau merugi, tidak mau bekerjasama, apa lagi sama-sama bekerja.

Apabila seseorang berfikir hanya menggunakan akal (rasio) saja, maka akan timbul sifat egoisme, individualisme, matrealisme dan bahkan kapitalisme. Ini adalah salah satu penyebab meraja-lelanya korupsi, hilangnya persatuan dan kesatuan berbangsa sehingga mudahnya diprovokasi.

Apabila seseorang bisa memadukan antara akal (rasio) dengan perasaan (nurani), maka yang akan muncul adalah sifat takut akan azab Allah SWT, mau merugi demi kemaslahatan bersama dan mau melindungi bangsa dari ancaman internal maupun eksternal.

Kenapa pemimpin kita dahulu bisa bekerjasama dan sama-sama bekerja? Karena mereka berfikir menggunakan rasio (akal) dengan perasaan (nurani) sehingga Indonesia terlepas dari penjajahan sampai merdeka.

Pemimpin yang arif dan bijaksana adalah pemimpin yang mampu melindungi rakyatnya di belakang kepemimpinannya dengan penuh kreatifitas, agresifitas dan inovatif yang positif (tidak merugikan rakyat), serta mampu menyelesaikan masalah tanpa ada masalah, apa lagi membebankan masalah di atas pundak rakyatnya.

Sebaliknya, rakyat yang arif dan bijaksana ialah rakyat yang mampu melindungi bangsanya dari kepemimpinan pemimpin yang arogan (serba kekurangan) dan mampu mencerna masalah tanpa ada masalah, memilih-memilah, dengan penuh kreatifitas, agresifitas dan inovatif yang positif (tidak manja) serta tidak memakai budaya kekerasan (anarkisme) dan budaya pengrusakkan.

Insya Allah Indonesiaku bisa belajar dari yang sudah-sudah dan jangan sampai Indonesiaku kehilangan tongkat tuk kedua kalinya.

Indonesia, ku jaga dan ku bela...

Fajri Jabbar
Jl Pesisir Selatan V No 496 Siteba, Padang
081363334422 
(fer)