Bangga Aksi Mahasiswa
Saya membaca surat Bu Siti (Kecewa Aksi Mahasiswa) yang penuh dengan kemarahan dan cenderung sombong. Kebetulan saya pernah jadi Mahasiswa S1, S2 dan S3 dengan IP di atas 3, bahkan IP Doktor saya 3,6. Namun, itu tidak ada menjamin bahwa saya memiliki kontribusi yang lebih baik pada bangsa dan negara dibandingkan para mahasiswa yang selalu berhasil menggulingkan tirani kekuasaan di Indonesia.
Sebagai anak keluarga miskin, saya merasakan penderitaan yang luar biasa di era tahun 65-70 an ketika harus sekolah dengan perut lapar dan berjalan kaki 6 KM di kota SOLO untuk pergi sekolah karena tidak punya sepeda. Setiap harga naik apapun alasannya membuat orang tua saya tidak mampu membeli beras. Saya terbiasa makan 1x sehari, kalau lagi beruntung saya bisa makan 2x sehari. Karena kerja keras saya dan ketrampilan saya berorganisasi maka sejak tahun 1990 sampai saat ini bisa menduduki posisi executive dibeberapa group perusahaan. Sebagai bentuk rasa syukur saya saat ini saya menjadi Konsultan Hukum Khusus Orang Miskin (Gratis).
Mungkin Bu Siti lahir dari keluarga kaya, sehingga tidak pernah merasakan sengsaranya orang-orang miskin ketika harga melangit. Apapun alasannya, kenaikan harga BBM telah menyengsarakan rakyat. Setuju dengan gerakan mahasiswa untuk melakukan demo BBM asal tidak anarkis. Saya mengenal dan memiliki beberapa karyawan yang IPnya lebih dari 3, tetapi tidak berprestasi dalam bekerja termasuk sulit untuk diajak membayar zakat 2,5%. Hidup mahasiswa, teruskan perjuangan, Allah SWT bersama anda semua.
DR.H.Robert Sudaryono SH, MBA, MM
Konsultan Hukum Gratis, Khusus Keluarga Miskin (pro-poor)
Jl Raya Cacing KM3, Jakarta 13910
08812357373 (fer)