Sabtu, 11 Oktober 2008 14:36 wib

Tanggapan untuk Bapak Syahganda Nainggolan

Tanggapan untuk Bapak Syahganda Nainggolan

Untuk Bapa Syahganda Nainggolan kira-kira kejadiannya sama seperti ini, dan pengguna lain ATM lainnya harap berhati-hati. Hati-hati terhadap nomor telepon Call Mandiri palsu yang tertempel di mesin ATM Mandiri, saya juga hampir saja tertipu dengan nomor telepon tersebut.

Kejadiannya pada tanggal 16 Agustus 2008 pukul 16.20 di ATM Mandiri pom bensin MT Haryono (sebelum Bank Bukpoin kalau dari arah Cawang). Pada saat itu saya bermaksud mengambil uang. Pada saat saya masukan kartu ATM, ternyata mesin ATM lama merespon dan langsung muncul pesan error, jika ATM tersebut untuk sementara tidak dapat digunakan dan kartu ATM saya tidak keluar.

Setelah diperiksa ternyata posisi kartu ATM tersangkut pas di lubang kartu ATM dan tidak bisa dikeluarkan. Tiba-tiba orang yang antre dibelakang Saya masuk pura-pura menanyakan ada apa dan menunjukan nomor telepon yang tertempel di mesin ATM tersebut, dan menyuruh telepon nomor tersebut (saya yakin bahwa orang ini juga komplotannya, masalahnya langsung menunjuk ke stiker tersebut padahal posisi stiker tersebut tertutup badan saya, dan dia langsung pergi setelah memberitahu nomor telepon tersebut).

Kemudian saya telepon nomor tersebut. Pada awalnya sebenarnya saya agak curiga karena suara yang mengangkatnya tidak seperti suara customer service tapi karena sudah ingin cepat selesai maka saya ikuti instruksi dari dia.

Pada mulanya dia menyuruh saya untuk memencet beberapa tombol di keypad mesin ATM dan nomor PIN ATM saya, yang katanya untuk merestart mesin ATM dan mengeluarkan kartu ATM. Satu kali saya coba gagal dan dia menyuruh agar saya mengulanginya serta tenang dan pelan-pelan dalam memencet tombol-tombol dan memasukan nomor PIN ATMnya. Setelah dicoba lagi ternyata masih tidak bisa.

Kemudian Dia bilang akan membantu mengeluarkan kartu ATMnya dari computer Dia, dan untuk itu saya harus memberitahukan nomor PIN ATMnya. Kemudian Dia bilang sudah merestart/mengeluarkan kartu ATMnya dan disuruh mengecek apakah sudah keluar kartu ATMnya, dan ternyata belum keluar. Kemudian Dia pura-pura mengulangi proses tersebut dengan menanyakan nomor PIN ATMnya kembali (mungkin ini untuk memastikan bahwa nomor PIN yang Saya berikan sama dan benar). Akhirnya Dia memberitahukan bahwa mesin ATMnya tidak bisa direstart dan akan memblokir kartu ATM saya dan meminta data-data seperti nama, tanggal lahir, alamat dan nomor telepon yang dapat dihubungi.

Setelah keluar dari mesin ATM, saya mulai merasa curiga dengan nomor telepon tersebut karena saya pernah baca e-mail mengenai nommor telepon call center palsu. Kalau tidak salah dulu itu call center BCA. Kemudian saya ingat nomor call center Mandiri yang 14000 dan masuk kembali ke ruang ATMnya. Saya telepon ke 14000 dan menanyakan keaslian nomor telepon tersebut, dan ternyata nomor telepon tersebut palsu, bukan nomor telepon call center ATM Mandiri. Setelah itu operator Mandiri meminta jangan meninggalkan mesin ATMnya sebelum proses pemblokiran kartu ATMnya selesai dikarenakan sudah pasti orang tadi akan kembali ke mesin ATM tersebut dan menguras semua uang di tabungan saya dengan ATM dan nomor PIN yang sudah dipegangnya.

Demikian kejadian penipuan yang hampir menimpa saya dan semoga menjadi informasi yang berguna. Kesimpulannya jangan sekali-kali memberikan nomor PIN ATM kepada siapapun, walapun mengaku dari pihak Bank karena petugas Bank tidak pernah meminta nomor PIN untuk apapun.

Arya
Jl Tebet, Jakarta
Rubyanggasanto@yahoo.com
(fer)