FPI Bukan Pembela Islam
Ketegangan dalam Sidang Habib Rizieq dan Munarman, bahkan aksi-aksi FPI selama ini sama sekali bukan cerminan dakwah Islam yang benar.
1. Islam yang benar mengajarkan untuk patuh kepada pemerintah dan menasehati berdakwah kepada pemerintah secara tertutup. FPI melakukan pencelaan kepada Pemerintah bahkan di atas mimbar. Ketika terjadi suatu fitnah di masa pemerintahan Utsman, ada orang yang bertanya kepada Usaman bin Zaid Radhiyallahu?anhu :
"Tidakkah engkau memprotes Utsman?" la menjawab, "Aku tidak akan memprotesnya di hadapan masyarakat, tapi aku akan memprotesnya antara aku dengan dia, aku tidak akan membukakan pintu keburukan bagi masyarakat"
2. FPI berdalih dengan hadist "Barangsiapa melihat kemungkaran, maka hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan hatinya"
Makna kemampuan yang disebutkan dalam hadits ini, bukan seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan orang, yaitu kemampuan fisik untuk memukul atau membunuh. Kalau demikian yang dimaksudkan, maka kita semua dapat memukul. Namun, apakah benar yang dimaksud seperti ini?
Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan syar'iyah. Yang berhak melakukannya ialah orang yang memiliki kemampuan Syar'iyah. Yaitu, pengingkaran terhadap mereka tidak akan menimbulkan kemungkaran lain. Dengan demikian, perbuatan melampaui batas yang dilakukan oleh sebagian orang, baik dengan memukul atau menghancurkan tempat-tempat maksiat yang dilakukan seperti pada sekarang ini merupakan pelanggaran. Kemungkaran itu bisa dirubah dengan tangan oleh orang yang mampu melakukannya, seperti: para penguasa, instansi-instansi yang khusus bertugas menangani masalah ini, orang-orang yang mengharapkan pahala melalui jalur ini, pemimpin yang mempunyai kewenangan dalam hal ini, hakim yang mempunyai tugas ini, setiap orang di rumahnya dan terhadap anak-anaknya serta keluarganya sendiri sejauh kemampuan.
Adapun yang tidak mampu melakukannya, atau jika merubahnya dengan tangannya bisa menimbulkan petaka danperlawanan terhadapnya, maka hendaknya ia tidak merubahnya dengan tangan, tapi mengusahakan dengan lisannya. Ini cukup baginya, agar pengingkarannya dengan tangannya tidak menimbulkan yang lebih mungkar dari yang telah diingkarinya.
Jadi, sikap arogansi dan amarah serta selalu ingin dituruti kemauannya itu bukan sikap seorang muslim yang benar. Mudah-mudahan Allah memberi hidayah kepada FPI untuk merubah sikap dan perilakunya.
Terima kasih.
Alexander H
Jl Raden Saleh No 17, Jakarta
(021) 5217566 (fer)