Tetap Waspada terhadap Aksi Terorisme di Pemilu 2009
Menjelang eksekusi Amrozi Cs beberapa waktu lalu, sebuah kelompok teroris kembali yang merupakan jaringan Jamaah Islamiyah kembali terbongkar dan ditangkap oleh kepolisian. Kelompok teroris yang ditangkap di kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara itu diketahui telah mampu membuat pemicu bom lebih baik daripada kelompok Azhari. Berdasarkan pemeriksaan, lima tersangka yang ditangkap diduga tengah membuat senjata kimia untuk teror.
Sementara, belajar dari peristiwa politik di Thailand dan aksi teror di Mumbai, India, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono merapatkan barisan untuk meningkatkan kewaspadaan Indonesia jelang Pemilu 2009 mendatang. Jajaran TNI, Polri dan intelijen pun walhasil menerima instruksi terkait hal ini. Presiden Yudhoyono menjelaskan, instruksi pengamanan Pemilu 2009 juga berisi tindakan sigap dan tepat memberangus teror dan aksi kerusuhan bila terjadi. Apabila terjadi hal-hal yang mengarah ke situ, bisa dilakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat.
Menurut Presiden Yudhoyono, 2009 merupakan tahun Pemilu. Dan sudah hampir pasti situasi politik nasional menghangat. Bahkan tidak tertutup kemungkinan ketegangan sosial di antara masyarakat terjadi.
Seiring dengan tengah berjalannya tahapan-tahapan Pemilu 2009, harus diwaspadai sejumlah faktor agar tak terjadi hal yang dapat mengganggu pesta demokrasi tersebut. Aksi terorisme juga masih membayangi stabilitas keamanan, apalagi beberapa aktor teror di Indonesia masih dalam pencarian pihak kepolisian.
Aksi terorisme tidak dapat diabaikan. Tetap harus kita waspadai setiap saat jangan sampai kita lengah. Karena teroris akan berupaya memanfaatkan kelengahan masyarakat yang sedang mengikuti rangkaian proses pemilu.
Karena itu, agar masyarakat waspada dan ikut berperan aktif agar pemilu dapat berlangsung aman dan tidak terganggu, termasuk dari teroris. Untuk mencegah terjadinya gerakan teroris, pemerintah bersama masyarakat harus memastikan proses pemilu berjalan aman, damai, tertib, dan lancar.
Aksi terorisme di Mumbai, India merupakan suatu fakta bahwa terorisme masih menjadi ancaman, karena itu dirasakan perlu ada peringatan ulang yang dilakukan secara menyeluruh.
Andry Rachman
Jl Pisangan Baru III/b No 94, Jakarta Timur
andry_man07@yahoo.co.id (fer)