Selasa, 02 Desember 2008 16:15 wib

Proyek Buang Duit

Proyek Buang Duit

Biaya membuat web pemerintah kayaknya tidak mungkin gratis. Namun, kalau dilihat isinya, lebih buruk dari yang gratis. Salah satu contohnya situs http://www.sumedang.go.id.

Di halaman depan menampilkan foto bupati dan wakilnya. Di bawah foto ada paragraph seperti ini: Selamat datang kami haturkan kepada yang telah mengunjungi situs kami. Adapun di situs ini Anda akan mendapatkan informasi-informasi berkaitan dengan Daerah Sumedang, mulai dari Kepemerintahan, budaya, pariwisata dan komponen-komponen yang lain.

Semoga informasi yang di tampilkan akan lebih terserap dengan mudah dan indah. Namun, isinya sangat tidak informatif. Bagi yang ingin membaca artikel utuh, harus menginstal java dulu, karena ditampilkan menggunakan javascript. Setelah tampil utuh, membacanya pun membingungkan. Artikel dalam bentuk Koran tapi antar kolom saling berdempetan seperti nyambung.

Itu kan jauh dari kemudahan dan keindahan. Jadi, paragraph pembukanya sangat tidak relevan. Kalau dilihat dari jajak pendapat, banyak yang menginginkan web tersebut diperbaiki. Namun, dari setahun yang lalu sampai sekarang, tidak anda perbaikan.

Alasannya, tahun sekarang tidak dikasih dana. Pas buka arsip, dari tahun 2000 sampai 2006 kosong. Berarti ga pernah dikasih dana untuk mengisi webnya.
Mudah-mudahan KPK bisa menyediakan waktunya untuk menyelidiki kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai buang-buang duit tanpa digunakan dengan baik.

Dharman
Ciganjur, jakarta
085220000152 
(fer)