Selasa, 09 Desember 2008 19:38 wib

Korupsi Tak Pernah Berhenti

Korupsi Tak Pernah Berhenti

Hari Anti Korupsi jatuh tanggal 9 Desember. Dalam jumpa pers Ketua KPK Antasari Azhar mengatakan, rawannya suap-menyuap masih sering terjadi pada pelayanan publik. Oleh sebab itu, KPK akan terus memonitoring setiap departemen untuk melakukan pengawasan.

Tindak pidana korupsi tidak hanya merambah pada wilayah departemen, akan tetapi sudah merasuk keseluruh bidang usaha baik yang berstatus milik pemerintah ataupun milik swasta. Mental korup para pelaku pelayanan publik bangsa ini sudah teramat parah. Sekecil apapun terus mencari celah untuk dapat menilep yang bukan haknya, dari pembuatan KTP, pendirian badan usaha, pengurusan sertifikat tanah, pembagian BLT (bantuan langsung tunai), konversi minyak tanah ke gas, program raskin, program pada karya dan masih segudang celah yang dapat menimbulkan tindak pidana korupsi. Tindakan yang sudah memporak-porandakan keuangan negara masih terus mendapat tempat pada departemen-departemen yang sifat sebagai pelayanan publik.

Prosesi pemberantasan korupsi memang sedang berjalan, seiring dengan perjalanan demokrasi di negeri ini. Gebrakan-gebrakan yang dilakukan oleh para penegak hukum walaupun belum maksimal namun kini mulai terasa hasilnya. Satu demi satu para pelaku korupsi menyandang gelar sebagai tersangka. Namun tugas berat penegak hukum masih menanti.

Seperti kita ketahui saat ini daerah mempunyai kewenangan lebih dalam melakukan pengelolaan keuangan hal tersebut jelas menimbulkan kerawanan-kerawanan tindak pidana korupsi. Inilah tantangan para penegak hukum kedepan yang mempunyai tanggungjawab berat, bila para penegak hukum berhasil menghilangkan belenggu yang sudah sekian puluh tahun melilit bangsa ini, maka Indonesia bisa bernafas lega, sehingga dapat menjamin rakyatnya untuk menikmati hasil bumi dengan kemakmuran.

Riris Herawati
Jl Kp Utang Ciputat Tangerang
ririsherwati@yahoo.com


(fer)