Awalnya, saya tiba-tiba "kehilangan" siaran dari Indovision pada hari Jumat 29 Mei 2009 pukul 23.42 WIB. Tadinya saya pikir seperti biasa, gangguan teknis yang hanya akan berlangsung sebentar saja. Karena sudah larut malam, saya memutuskan untuk tidur saja.
Keesokan harinya Sabtu 30 Mei 2009, lagi-lagi mendapati Indovision saya menayangkan "blue-screen" plus dengan kata-kata gangguan teknis. Sampai kemudian seorang teman menyarankan saya untuk mengontak customer servicenya. Oke, saya pun mengontak nomor 021-5819988 pada sekitar pukul 07.30 WIB. Jawaban yang saya dapatkan adalah bahwa nanti akan dijadwalkan untuk kunjungan teknisi. Disinyalir bahwa, tata letak parabola saya melenceng, mungkin karena tiupan angin, sehingga tidak bisa menangkap siaran Indovision. (thinking, apa iya?)
Sepanjang hari Sabtu itu tidak ada satupun telepon konfirmasi dari pihak Indovision dan juga tidak ada satupun teknisi yang berkunjung ke rumah saya. Padahal saya juga sempat mengirimkan SMS ke salah satu teknisi yang dulu menginstal segala peralatan Indovision di rumah saya, tentang hilangnya tayangan Indovision dari layar televisi saya itu. Dengan harapan supaya beliau ini mau datang ke rumah saya dan memperbaikinya. Kenapa saya lakukan hal itu? Karena si Teknisi itu pernah menyampaikan kepada saya, "Kalau ada apa-apa, hubungi saya saja langsung, mbak. Rumah saya deket sini kok". Tapi, saya pun tidak mendapatkan jawaban dari teknisi yang bersangkutan.
Hari Minggu (31 Mei 2009) pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, saya kembali mengontak CSnya Indovision. Dan saya diberi jawaban bahwa untuk kunjungan teknisi kerumah saya memang dijadwalkan pada hari Minggu ini. Saya tanya kejelasan mengenai waktu kunjungan, si CS tidak bisa memastikan hanya saja para teknisi itu akan berangkat dari kantor Indovision sekitar pukul 11.00 siang. Siipp, berarti nanti akan ada seorang teknisi yang datang membetulkan tata letak parabola saya yang dianggap tidak benar.
Sekembalinya saya dari beredar di hari Minggu pukul 20.30 WIB, ternyata tidak ada satupun teknisi yang datang ke rumah saya. Dan sampai dengan saat itu saya juga belum bisa nonton tayangan dari Indovision. Untuk keempat kalinya saya mengontak CS Indovision. Kali ini si CS bernama Dwi, berjenis kelamin laki-laki. Kepada Dwi saya sampaikan segala yang menjadi keluhan saya. Si Dwi berkali-kali cuma bisa mengatakan "Oke, bu, nanti akan saya buatkan laporan dan akan saya sampaikan kepada bagian teknisi secepatnya".
Selanjutnya, setelah saya mengumbar emosi kepada CS, si CS mengatakan kepada saya, "Coba ibu tunggu sampai dengan pukul 21.00WIB, kami akan usahakan teknisi untuk datang ke rumah Ibu. Karena memang untuk jadwal kunjungan teknisi akan selesai pada pukul 21.00 WIB. Plek, saya tutup telepon. Saya lihat jam di dinding. Hah!!! pukul 20.56 WIB...!!!
Kelima kalinya saya telepon CS Indovision lagi. Kali ini namanya Budi. Lebih enak diajak ngobrol dan lebih bisa menenangkan saya. Setelah saya memberikan data nomor pelanggan, alamat pemasangan dan nomor telepon saya (tentu saja itu juga saya lakukan terhadap empat CS sebelumnya).
Saya lagi-lagi mengungkapkan keluhan saya atas tidak adanya tayangan Indovision di televisi saya. Budi memastikan kepada saya bahwa akan ada teknisi yang akan menghubungi saya sesegera mungkin malam itu juga. Oke. Tunggu punya tunggu, sampai pukul 24.00 tidak ada satupun yang mengonfirmasi lagi kepada saya.
Sampai dengan tulisan ini saya buat, saya masih belum menerima tayangan dari Indovision. Ambil kalkulator, sebagai pelanggan standart yang masih memiliki gratis paket Movie selama dua bulan, saya hanya membayar sejumlah Rp149.000 untuk layanan televisi berbayar ini.
Itu berarti, dalam satu hari saya harus membayar sekitar Rp149.000 : 31 hari = Rp4.806,5 untuk bisa menonton siaran dari parabola Indovision. Jika dalam 3 kali 24 jam saya tidak menerima tayangan, berarti saya sudah dirugikan sebesar Rp15.000 dan pihak Indovision telah diuntungkan secara otomatis. Benar gak? Nilai Rp15.000 mungkin memang tidak ada artinya. Tapi, bagi beberapa orang nilai itu sangatlah berarti, begitupun buat saya sangatlah berarti. Karena ada beberapa tayangan anak-anak yang bisa membuat anak saya banyak belajar dan tidak teracuni oleh tayangan televisi nasional Indonesia yang hanya bisa menayangkan sinetron dan infotainment.
Sebelum saya menggunakan layanan televisi berbayar Indovision, saya menggunakan First Media. Saya tidak pernah mengalami masalah dalam penerimaan tayangan, hanya karena saya pindah rumah, maka saya berhenti menggunakan First Media dengan beberapa alasan tertentu. Sampai akhirnya, dua bulan yang lalu, ketika saya berbelanja di Carrefour, ada penawaran dari marketing Indovision bahwa dengan jumlah pembelanjaan saya, saya bisa dapat free-trial tayangan Indovision selama dua minggu.
Oke, karena saya sangat paham bagaimana pekerjaan seorang marketing, saya menyetujuinya. Tidak ada salahnya juga kalau saya bisa nonton gratis. Hingga pada akhirnya, saya memutuskan untuk benar-benar menjadi pelanggan Indovision sebelum dua minggu free-trial saya selesai.
Saya tidak tau lagi, apakah saya harus kembali mengontak CS Indovision dan kembali menyebutkan angka nomor pelanggan dan menyebutkan data saya. Itu mungkin memang prosedurnya, tapi..cape deee.
Mayasari
Mampang Prapatan XVII, Jakarta
081905088851
oc34nz@yahoo.com (fer)