Tanggal 20 Juni 2009, saya mengirimkan titipan berupa mainan anak seharga Rp600.000 ke Tiki Rawamangun Jalan Pemuda, dengan nomor resi 020069732986 tujuan Semarang, dan diterima dengan baik oleh saudara Sukirman. Saya menggunakan jasa reguler (3-4 hari sampai) dengan membayar uang Rp12.000.
Setelah berjalan tiga hari, saya tanyakan kepada customer service mengenai barang saya. Ternyata disebutkan bahwa barang saya sudah ada di Semarang dan tinggal menuju ke alamat. Setelah lima hari berlalu belum juga ada info barang saya diterima di alamat tujuan, saya kembali mengubungi Tiki, dan ternyata barang saya sedang dalam investigasi dan belum dikirim (artinya barang saya masih di Jakarta).
Dalam keadaan bingung, saya mencoba menunggu sampai keesokkan harinya. Pada 27 Juni sekira pukul 20.00 WIB, saya dihubungi oleh saudara Iwan, selaku bagian customer service yang ternyata memberi pernyataan sangat tidak mengenakkan, dan mencoba berkelit seraya melempar balik kesalahannya kepada saya (kenapa paketnya dibagi dua dan lain-lain. Padahal, kalaupun saya kirim paket 200 kali toh juga saya akan membayar 200 kali juga).
Hari Minggu pukul 21.00 WIB, saya mendatangi Tiki Pemuda untuk konfirmasi kembali mengenai nasib kiriman saya. Ternyata, saya kembali dilempar ke untuk langsung menghubungi Pipit. Pada 27 Juni, saya sudah meminta tolong Iwan untuk kembali menghubungi saya pada hari Senin tanggal 29 Juni 2009.
Ternyata, hari Senin 29 Juni 2009 sampai pukul 15.00 siang yang bersangkutan tidak menghubungi saya. Novi, Pipit juga tidak ada inisiatif menghubungi saya (harus saya dulu yang minta dihubungi), dan permintaan saya untuk konfirmasi ke penerima di Semarang tidak diindahkan.
Kembali saya harus menelan kekecewaan mendalam dan menerima kenyataan bahwa barang saya hilang. Saya sudah minta pihak Tiki untuk menelepon penerima saya di Semarang, tapi tidak juga dihubungi oleh Tiki. Dengan entengnya, mereka mngatakan akan mengganti 10 kali biaya pengiriman saja. Sampai detik ini harus saya yang meminta terus konfirmasinya. Saya lelah terus terombang-ambing.
Tiki..Tiki, nama besarnya harus hancur oleh orang-orang tidak bertanggung jawab. Janganlah melebar-lebarkan masalah, berkelit "Asumsi kita bahwa barang ibu..dst" (Itu pernyataan novi). "Kenapa barang dibagi dua?? dst" (itu pernyataan Iwan).
Saya ingin surat pembaca saya ditanggapi pihak Tiki. Terima kasih.
Anggia Dewi
Jl Kemandoran 23, Jakarta Selatan
0818106763
anggiesasoy@xl.blackberry.com
(fer)