Setelah berulang kali di tayangkan di televisi, saya merasa ada hal yang ironis dalam iklan layanan masyarakat tentang sekolah gratis sembilan tahun, terutama tentang penggunaan bahasa oleh salah seorang pemeran (Cut Mini). Dalam iklan tersebut pemeran menggunakan dialek/logat bahasa yang tidak lazim kita gunakan sehari-hari dan cenderung mengarah ke logat melayu yang biasa digunakan di Negara Jiran, Malaysia.
Yang menjadi kebingungan besar dalam benak saya, apa falsafah yang mendasari penggunaan dialek melayu tersebut, mengingat bahwa iklan tersebut disponsori oleh Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, bukankah akan lebih elegan dan terhormat apabila menggunakan dialek/logat bahasa Indonesia saja?
Mohon pencerahan dari pihak-pihak terkait. Maju terus pendidikan dan bahasa Indonesia.
L Sihombing
Jl Karya Jaya Gg Eka Jaya I No 32, Medan
081683382002
jobel.sons@yahoo.com (fer)