Pada tanggal 22 Juli 2009 sekitar pukul 17.00 WIB, saya membeli dua tiket busway dengan tujuan Blok M dari Halte Monumen Nasional. Namun, karena kepadatan penumpang waktu itu, saya putuskan untuk membatalkan perjalanan dengan busway, dan saya menggunakan taksi.
Hari ini tanggal 24 Juli 2009 pukul 07.30 WIB, saya hendak berangkat ke kantor menggunakan busway dari Halte Tosari. Namun, kartu yang saya beli di-reject, dan yang lebih kaget lagi petugas menyita kartu saya, dan meminta saya membayar untuk tiket baru. Penjelasan dari petugas tidak masuk akal. Dikatakan bahwa tiket yang dijual di Halte Monumen Nasional adalah bersifat manual, sehingga tidak bisa digunakan di Halte Tosari.
Pukul 07.45 WIB, saya turun di Halte Monumen Nasional dan menghampiri petugas di sana, berharap dapat penjelasan. Dan ini penjelasan petugas, "Tiket hanya berlaku satu hari. Kartu bapak tidak bisa digunakan lagi dan tidak bisa diuangkan kembali. Dan bapak harus kembalikan kartu itu kepada kami, karena kartu kami hilang pada tanggal itu".
Sungguh luar biasa kaget. Apakah seperti ini pelayanan angkutan umum yang disediakan oleh Pemkot DKI Jakarta? Saya kecewa dua kali oleh Transjakarta. Bukan masalah nominal rupiah yang dirugikan, namun pelayanan yang semena-mena kepada pengguna.
Saya coba cek ke website dan halte di Transjakarta berharap menemukan pengumuman mengenai tiket hanya berlaku satu hari. Dan kenyataannya tidak ada. Bagaimana saya tahu jika tiket hanya berlaku satu hari? Dan jika tidak dapat digunakan lagi, saya harus dirugikan untuk nominal rupiah, dan saya harus kembalikan kartu?
Saya berharap pihak Transjakarta mengonfirmasikan masalah ini dengan jelas ke saya, dan semoga pengguna Transjakarta lainnya tidak terkena seperti kejadian ini. Terima kasih.
Darwin
Dukun Bawah, Jakarta
08197240718
darwin_yf@yahoo.com (fer)