Sebenarnya saya bingung untuk mengajukan komplain sama siapa, karena tiap kali komplain ke bagian kolektor Danamon sama sekali tidak ditanggapi. Saya mengalami teror psikis dari bulan April sampai sekarang dan dipaksa mengakui bahwa saya adalah Iin Mariyani, dan saya harus melunasi semua tunggakan saya pada Bank Danamon.
Berulangkali juga saya mencoba untuk konfirmasi secara kooperatif bahwa saya bukan pemegang kartu kredit Danamon dan tidak ada hubungan dengan orang yang dimaksud tetapi tetap mereka memaki, meneror, dan mempermalukan saya.
Hubungan saya dengan orang yang dicari adalah orang tersebut pernah kos dua tahun yang lalu di kosan saya yang sekarang dan kami punya panggilan yang sama "Neng." Tapi orang itu sudah pindah dan saya tidak tahu sama sekali ke mana. Waktu kolektor Danamon mencari yang ditanya adalah "Neng" dan mereka berhasil mendapatkan nomor ponsel saya karena mengaku sebagai keluarga.
Sejak saat itulah sampai sekarang saya diteror, dimaki-maki dan dipermalukan. Tiap kali mengadukan hal ini ke Danamon bagian kartu kredit tidak pernah direspons, kecuali hanya ucapan "Maaf atas ketidaknyamanan Ibu." Tapi besoknya tetap saja diteror lagi.
Saya meminta mereka datang ke kantor ataupun kosan tapi tidak pernah mau datang. Orang yang mereka cari sebenarnya juga punya masalah dengan delapan perbankan tapi yang lain lebih profesional tidak membabi buta seperti ini. Semoga ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua, terutama Danamon sebagai sebuah lembaga keuangan yang sudah cukup besar.
Terima kasih, semoga ada pihak yang mau menanggapi keluhan saya.
Siti Aminah
Jl Raden Saleh II No 266, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat
08179921456 - 081314512000
anin.dita29@yahoo.co.id (fer)