Selama belasan tahun memiliki kartu kredit berbagai bank, baru kali ini saya merasa "ditipu" oleh Kartu Kredit Mandiri.
Berawal dari telepon bagian telemarketing yang menawarkan pembuatan kartu kredit Bank Mandiri dengan gratis iuran untuk satu tahun pertama, saya akhirnya setuju membuatnya.
Kartu tersebut tak terpakai sekitar tiga bulan dan baru pada bulan ke-4 (September) saya memakainya. Namun ternyata kekecewaan yang saya dapatkan. Setelah ditunggu-tunggu lembar tagihan tidak pernah datang, akhirnya saya menelepon Call Center Mandiri (14000) pada hari Rabu, 7 Oktober 2009 pukul 00.10 WIB.
Ini pengalaman pahit saya:
1. Suara operator terdengar baru bangun tidur, agak berat untuk menjawab dan terkesan "malas-malasan".
2. Saya berikan informasi bahwa Lembar tagihan tidak saya terima hingga batas waktu pembayaran lewat. Dari operator saya baru tahu, batas pembayaran adalah tanggal 30 September 2009. Ketika ditanyakan tentang lembar tagihan, dengan ?enteng' sang operator mengatakan silakan tunggu, kami akan mengirimkan lembar tagihan yang baru (setelah dicek tidak ada laporan dari courier sejak 10 September 2009).
Sementara itu, SMS notifikasi tagihan juga diterima terlambat (tanggal 3 Oktober 2009, Pukul 15.53). Meskipun demikian, saya tetap melakukan pembayaran full pada tanggal 4 Oktober 2009 (berdasar isi SMS).
3. Iuran kartu yang GRATIS ternyata ?substitusi' dengan program Mandiri protection yang menjadi ?kewajiban' setiap pemegang kartu. Artinya, jika ingin iuran gratis, maka harus ikut Mandiri Protection yang jumlah tagihannya bisa lebih besar daripada iuran kartu. Langkah yang ?cerdas.'
4. Mengetahui hal-hal yang mengecewakan tersebut, saya emosi dan berniat menutup kartu saat itu juga. Ternyata untuk menutup kartu, konsumen harus membayar bea materai sebesar Rp6.000. Bukan jumlah uang yang saya masalahkan, namun ini sangat mengada-ada. Karena di kartu kredit manapun yang saya punya, bea materai selalu tercantum di lembar tagihan bulan berjalan. Artinya, tagihan September yang saya bayar pasti sudah termasuk bea materai tersebut. Lalu mengapa harus ada ?bea' penutupan kartu mengatasnamakan bea materai?
Maka dengan ini, saya mengimbau agar tidak terpancing dengan janji gratis iuran kartu kredit Mandiri, dan juga kepada Bank Mandiri untuk lebih bijak memperlakukan konsumen, serta tidak mengada-ada dalam melakukan pungutan. Terima kasih.
Yachya
Jl Batu Sulaiman No 52, Pulomas, Jakarta Timur
081310446532
yachya@sikumbang.com
(fer)