Saya mengalami kekecewaan amat sangat pada maskapai penerbangan sebesar AirAsia. Saya member Airasia dengan nomor keanggotaan: 2110380251. Saya telah memesan penerbangan AirAsia untuk tujuan Jakarta-Johor Bahru pada tanggal 18 November 2009 untuk return tickets. Namun pesawat dibatalkan oleh pihak AirAsia.
Saat saya menanyakan pada kantor Airasia yang terletak di Jalan Panglima Polim, mereka menawarkan tiga opsi, me-re-route pesawat saya ke Singapura, me-refund biaya yang telah saya bayarkan dan men-credit shield-kan dana saya tersebut yang sewaktu-waktu dapat dipergunakan untuk membooking penerbangan AirAsia (yang setelahnya baru saya ketahui hanya dapat digunakan maksimal tiga bulan setelah di-issued dan dalam kurs MYR yang dapat berubah-ubah besarannya menurut situasi moneter).
Karena iming-iming dapat dipergunakan untuk pembelian tiket selanjutnya, saya tertarik untuk men-credit shield-kan uang yang telah saya bayarkan tersebut karena saya tertarik dengan promo Jakarta-Phuket seharga IDR 249 ribu (periode booking promo untuk card holder HSBC-AirAsia tanggal 14-15 Desember 2009 dan periode booking promo untuk umum tanggal 16 Desember 2009-awal Januari 2010).
Namun saat saya mempergunakan credit shield saya (dalam promo HSBC di mana pemesanan telah dibuka dua hari lebih awal sebelum dibuka untuk umum) ternyata opsi credit shield tersebut tidak dapat dipergunakan. Padahal sebelumnya (tanggal 15 Desember 2009 pagi) saya telah menanyakan kepada staf AirAsia bersangkutan mengenai penggunaannya dengan penggabungan promo HSBC, di mana mereka menyatakan bahwa credit shield dapat dipergunakan dalam pembayaran.
Pihak Airasia menyatakan kepada saya pada tanggal 15 Desember 2009 (sore hari) bahwa pada tanggal 16 Desember 2009 (saat penjualan tiket promo Jakarta-Phuket dibuka untuk umum) opsi pembayaran menggunakan credit shield akan dibuka untuk umum. Akhirnya saya mencoba untuk puas dengan penjelasan ini yang menurut saya tidak konsisten sama sekali.
Keesokan harinya (tanggal 16 Desember 2009) saya pun mencoba menggunakan mobile booking melalui ponsel saya, dan saya mendapatkan harga penerbangan yang masih sama (IDR 249 ribu/terbang untuk tanggal rencana pulang-pergi), namun opsi penggunaan credit shield ternyata tidak tersedia pada mobile booking.
Saya pun memutuskan untuk menggunakan opsi website, namun apa yang saya temukan, harga berbeda secara signifikan antara harga website (IDR 325 ribu/terbang, di mana harga ini adalah harga yang dibuka pada saat promo hanya berlaku untuk HSBC card holder) dan harga mobile booking.
Hal ini bagi saya merupakan suatu hal yang cukup mengecewakan dan memalukan. Tidak adanya koordinasi yang baik bagi penggunaan sistem teknologi yang terintegrasi yang berdampak pada kerugian baik secara materiil dan waktu kepada costumer. Dan setelahnya pun saya mencoba menghubungi contact service officer AirAsia pada tanggal 16 Desember 2009 jam 9 pagi, di mana pihak CSO AirAsia pun menyatakan tidak dapat memberikan solusi atas hal ini.
Lebih lanjut, yang bersangkutan hanya mengatakan bahwa jika saya ingin membeli tiket dengan harga yang lebih murah, maka saya bisa mempergunakan mobile booking. Tapi jika saya ingin menggunakan credit shield saya, maka silahkan membeli tiket melalui website dengan konsekuensi harga yang lebih tinggi.
Apakah hal demikian yang dikatakan sebagai "First Class Service" maskapai penerbangan bertaraf internasional? Saya benar-benar merasa dirugikan, kecewa dan tertipu dengan iming-iming credit shield. Jika tahu akan begini pada akhirnya, lebih baik saya memilih opsi refund (yang saya tahu akan memakan waktu hingga sampai ke balance kartu kredit saya).
Adanya pembatalan penerbangan saja sudah memalukan dan mengecewakan buat saya, ditambah lagi masalah tidak terintegrasinya sistem tarif serta penggunaan credit shield bagi sebuah maskapai besar. Saya pun tidak bisa me-refund uang saya kembali karena telah memilih opsi credit shield. Padahal saya telah lama menjadi member Airasia dan sering kali memilih maskapai ini dalam penerbangan-penerbangan saya.
Saya minta pejelasan dan tindak lanjut dari pihak Airasia. Bagi para flyer tujuan Jakarta-Johor Bahru diatas tanggal 22 Januari 2010 yang mengalami pembatalan, lebih bijak jika memilih opsi re-route ke Singapura atau me-refund dana Anda kembali, daripada mengalami permasalahan seperti yang saya alami. Terima kasih.
Medio Venda
Jl Jembatan II No 8a RT 01/05, Condet, Jakarta Timur
083893162062 / (021) 93409615
dhie_mario@yahoo.com(fer)