"Reog tetap masih punya bangsa Indonesia," ujar Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Mohammad Zin dari atas mobil pengeras suara milik pendemo, di depan Kantor Kedubes Malaysia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (29/11/2007).
Zainal yang mengenakan baju koko berwarna biru itu, juga menegaskan sejarah berkembangnya Reog Ponorogo yang di Malaysia disebut sebagai Tarian Barongan.
"Sejarahnya rakyat Ponorogo pernah hijrah ke Johor dan Selangor. Anak cucu dari rakyat ini mengembangkan kebudayaan Reog Ponorogo yang mereka bawa dari Ponorogo. Namun, tetap saja asal-usul budaya ini tetap milik bangsa Indonesia," paparnya.
Pernyataan Zainal pun langsung disambut berkali-kali teriakan pendemo, "Reog Ponorogo Milik Bangsa Indonesia". Zainal menyampaikan klarifikasi itu usai pertemuan dengan tiga orang perwakilan dari ribuan Komunitas Reog Ponorogo.
Salah seorang perwakilan yang menemui Zainal adalah Ketua Paguyuban Reog Indonesia Begug Purnomo Sidi. "Kita juga sudah menyampaikan surat kepada Kepala Negara Malaysia untuk mengklarifikasi soal klaim inim" ujar Begug yang juga Bupati Wonogiri ini.
Setelah mendengar penjelasan dari dubes Malaysia itu, akhirnya pendemo yang dikomandoi Wakil Ketua DPD PDI-P Jateng itu pun langsung bubar. Ribuan orang dengan diiringi lebih dari lima Singa Reog itu akhirnya melakukan aksi long march di atas jalur busway. Mereka pun beramai-ramai menuju Jalan Imam Bonjol, Malaysia.
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan