JOMBANG - Keganasan Demam Berdarah Dengue (DBD) kembali memakan korban. Pagi tadi (10/2/2008), satu pasien di RSD Jombang meningga dunia. Pasien yang diketahui bernama Ichlasul Amal (8) asal Perum Griya Jombang Indah ini meninggal dunia setelah enam hari dirawat di RSD Jombang. Dan diduga kuat, meniggalnya siswa kelas II MIN Kauman I Kecamatan Jombang tersebut lantaran kesalahan diagnosis dokter.
Syaifuddin, ayah korban menuturkan, putranya tersebut telah menjalani uji laboraturium sebanyak lima kali. Namun dari uji laboraturium sebanyak itu, baru diketahui dalam hasil lab terakhir jika putranya tersebut positif DBD.
''Empat kali uji lab, hasilnya negatif. Namun setelah di uji lab kelima kalinya, anak saya positif DBD,'' turunya.
Namun saat uji laboraturium ke lima didapati kepastian DBD, kondisi putranya tersebut sudah dalam keadan kritis. Ia menyebut, tromosit putranya hanya mencapai 35 ribu dari 150 ribu trombosit yang normal. ''Kenapa empat kali diagnosis sama sekali tak menyebut DBD. Saat dipastikan DBD, kondisi anak saya sudah drop,'' katanya menyesalkan.
Atas kondisi ini, ia menyayangkan kinerja dokter yang lamban dalam menentukan penyakit apa yang disertia anaknya sejak Selasa (5/2/2008) lalu itu.
''Apalagi upaya untuk membeli darah sudah kami lakukan. 10 kantong di Jombang. Dan 5 kantong trombosit kami beli di Surabaya. Tapi tak ada hasilnya,'' sesalnya lagi.
Hingga pagi tadi, jumlah korban meninggal DBD mencapai 16 orang terhitung mulai tahun 2008 ini. Bahkan atas parahnya wabah DBD di Kabupaten Jombang ini, 18 LSM sempat menggelar aksi demo mengecam kelambanan Dinas Kesehatan setempat.
Tak hanya itu, sejumlah LSM ini mendesak agar Pemkab Jombang segera membuat perda penangulangan DBD, agar dana untuk penanggulangan DBD tersebut bisa segera dicirkan oleh Dinkes.
''Biar Dinkes tak lagi beralasan tak adanya anggaran untuk melakukan upaya fogging dan langkah preventif serta luratif lainnya. Kalau dibiarkan, angka korban terus saja meroket,'' tandas Aan, LSM Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LiNK) saat dihubungi. (Tritus Julan/Sindo/fit)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan