BANDUNG ? Beberapa pemerhati musik mengaku prihatin dengan konser musik underground di Gedung Asia-Afrika Culture Center Braga Sabtu 9 Februari kemarin. Peristiwa tersebut dipastikan akan terus terjadi jika pemerintah setempat belum membuat gedung kesenian yang representatif.
Pemerhati musik asal Bandung Bana Kartasasmita menjelaskan, Kota Bandung memang belum memiliki tempat yang memadai untuk latihan dan pertunjukkan musik. Baik untuk musik jazz maupun musik lainnya. Padahal Bandung merupakan kota penghasil musisi.
"Bandung itu itu sumber air musik Indonesia. Tapi sayangnya tidak ada tempat untuk para musisi. Tempat untuk manggung memang banyak namun tempat untuk konser belum ada," jelas Bana ketika ditemui di kediaman Ketua Kadin Indonesia MS Hidayat di Bandung, Minggu (10/2/2008).
Komentar senada juga terlontar dari pengusaha yang juga menjadi salah satu tokoh jazz Indonesia Peter F Gontha. Menurutnya, Bandung terus mencetak pemain musik handal kendati di sisi lain Indonesia tengah kekurangan musisi yang berperan sebagai konduktor dan pembaca partitur.
"Hal itu tidak berlaku di Bandung. Orang-orang selalu muncul dan luar biasanya mereka belajar secara otodidak. Bahkan seharusnya kita memiliki conservatory hall. Masa di negara sebesar ini tidak ada sekolah khusus musik," pungkasnya.
(Eviana Ulitaria Panjaitan/Sindo/ahm)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad