ACEH - Presiden PKS Tifatul Sembiring menegaskan, partainya bukan partai terbuka. Hal tersebut menanggapi munculnya wacana PKS sebagai partai terbuka untuk berbagai kalangan agama.
"Kita men-declair diri, PKS bukan merupakan partai terbuka. Azas kami tidak berubah, azas kami tetap Islam," ujar Tifatul kepada wartawan, di Banda Aceh, Senin (11/2/2008).
Tifatul mengatakan, wacana tersebut berawal dari usulan para kadernya yang berada di daerah minoritas muslim, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur dan Bali. Menurut Tifatul, mereka mengusulkan agar PKS dapat mengakomodasi perwakilan-perwakilan kader non-muslim untuk didudukkan di tingkat DPRD.
"Ya positioning kami sebagai partai kader, apakah mereka (pemeluk agama lain) setuju dengan azas kita, Islam? Kami sering mengadakan Ta'lim rutin partai. Kami akan kaji secara mendalam tentang wacana itu di Majelis Syuro," terangnya.
Penegasan tersebut juga disampaikan Tifatul dalam rangka mengkonfrontir pernyataan-pernyataan beberapa tokoh muda PKS yang sempat menyatakan PKS sebagai partai terbuka, pada Mukernas PKS di Bali beberapa waktu lalu.
"Apa yang saya kemukakan ini, saya sebagai juru bicara partai. Semua sudah diatur dalam AD/ART partai. Itulah yang ditegaskan didalam Majelis Syuro," tandasnya.
(pie)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan