PEMERINTAH Amerika Serikat membantah telah menggunakan sampel virus flu burung untuk memproduksi senjata biologi. Hal tersebut seperti yang ditudingkan Menteri Kesehatan Indonesia Siti Fadilah Supari dalam bukunya mengenai flu burung yang berjudul "Saatnya Dunia Berubah! Tangan Tuhan di Balik Virus Flu Burung".
Seperti dilansir media Australia, The Age, Kamis (21/2/2008), organisasi kesehatan dunia WHO bahkan juga mengecam pernyataan yang dianggap tanpa bukti tersebut. Pasalnya WHO bersama AS dituding melakukan konspirasi untuk mencari keuntungan melalui sampel flu burung, dari negara berkembang.
Media tersebut juga menuliskan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diyakini juga telah meminta Siti Fadilah Supari untuk menarik buku yang telah diluncurkan sejak 6 Februari tersebut.
WHO menyatakan kekhawatirannya atas tudingan tersebut dan meminta kepada Siti Fadilah untuk melakukan kontrol terhadap penyebaran virus flu burung. Selain itu WHO juga meminta menkes untuk menghentikan penolakannya membagikan sampel virus flu burung.
Sebab sampel virus flu burung itu benar-benar akan dimanfaatkan untuk kepentingan kesehatan, demi menemukan obatnya. "Ini sungguh sebuah situasi yang sangat berbahaya, soal nasib keselamatan manusia," ujar juru bicara WHO, David Heymann yang mengaku bingung dengan tudingan itu.
Pemerintah Amerika juga membantah tudingan Siti Fadilah bahwa sampel virus flu burung dari Indonesia akan dikirim ke Los Alamos untuk keperluan senjata biologi. Di dalam laboratorium sama sekali tak ada virus flu burung dari Indonesia maupun dari negara lain. Demikian pernyataan resmi juru bicara AS, Susan Stahl. (pie)
Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan