News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


BNN Gandeng PSK Gang Dolly Berantas Narkoba

Rabu, 27 Februari 2008 - 12:06 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Amir Tejo - Okezone

SURABAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) merangkul para pekerja seks komersial (PSK) dan para mami pemilik wisma di Lokalisasi Gang Dolly untuk memberantas peredaran narkoba di lokalisasi yang terbesar di se-Asia Tenggara tersebut.

Ini dilakukan BNN karena para PSK dan para mami dianggap sebagai ujung tombak dalam pemberantasan narkoba di lokalisasi ini.

"Caranya memukul bagaimana? Caranya memberantas bagaimana? Yaitu dengan memberikan pemahaman kepada para PSK, para papi, para mami dan masyarakat sekitar sini akan bahaya narkoba. Sekali memakai bahan narkoba saja, akan meruasak simpul syaraf otak akan berubah," kata Kapus Lakhar Pencegahan BNN Brigjen (Pol) Mudji Waluyo, usai memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba di Lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/2/2008).

Data dari Mabes Polri, hingga November 2007 tercatat ada sekitar 20.726 kasus narkoba. Rinciannya 10.463 kasus berkaitan dengan narkotika, 8.547 kasus berkaitan dengan psikotropika dan 1.716 kasus berkaitan dengan zat adiktif.

Sedangkan strata pendidikan para para tersangka kasus narkoba, lulusan SD sebanyak 3.853 orang, lulusan SMP 6.853 orang, dan lulusan SLTA sekira 22.225 orang.(jri)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4