SURABAYA - Badan Narkotika Nasional (BNN) merangkul para pekerja seks komersial (PSK) dan para mami pemilik wisma di Lokalisasi Gang Dolly untuk memberantas peredaran narkoba di lokalisasi yang terbesar di se-Asia Tenggara tersebut.
Ini dilakukan BNN karena para PSK dan para mami dianggap sebagai ujung tombak dalam pemberantasan narkoba di lokalisasi ini.
"Caranya memukul bagaimana? Caranya memberantas bagaimana? Yaitu dengan memberikan pemahaman kepada para PSK, para papi, para mami dan masyarakat sekitar sini akan bahaya narkoba. Sekali memakai bahan narkoba saja, akan meruasak simpul syaraf otak akan berubah," kata Kapus Lakhar Pencegahan BNN Brigjen (Pol) Mudji Waluyo, usai memberikan sosialisasi tentang bahaya narkoba di Lokalisasi Dolly, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (27/2/2008).
Data dari Mabes Polri, hingga November 2007 tercatat ada sekitar 20.726 kasus narkoba. Rinciannya 10.463 kasus berkaitan dengan narkotika, 8.547 kasus berkaitan dengan psikotropika dan 1.716 kasus berkaitan dengan zat adiktif.
Sedangkan strata pendidikan para para tersangka kasus narkoba, lulusan SD sebanyak 3.853 orang, lulusan SMP 6.853 orang, dan lulusan SLTA sekira 22.225 orang.(jri)
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad