News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Wali Kota Bantah Basse & Anaknya Mati Kelaparan

Minggu, 2 Maret 2008 - 18:14 wib
text TEXT SIZE :  
Share

MAKASSAR - Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin membantah Daeng Basse (45) dan anaknya, Bahri (5), meninggal dunia karena kelaparan.

Menurutnya, kedua warga Jalan Malengceri, Makassar ini meninggal karena diare. Hal itu, menurut Ilham, dibuktikan dengan keadaan Aco (3), anak Daeng Basse, yang saat ini masih kritis di Rumah Sakit Umum Haji Makassar.

Aco dirawat karena dehidrasi karena diare yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Ilham menyayangkan sikap suami Daeng Basse, Basri (50), yang tidak membawa istri dan anaknya ke puskesmas atau rumah sakit setelah mengetahui sakit selama berhari-hari.

"Basri kurang peduli pada kondisi keluarganya," kata Ilham, Minggu (2/3/2008).

Namun, Ilham tidak menampik tudingan bahwa aparatnya tidak melaksanakan fungsi secara optimal. Menurutnya, para ketua RT dan RW proaktif mendata masyarakat miskin di daerahnya.

Penanganan kemiskinan di Makassar, menurut Ilham, sudah baik. Selama ini, banyak program yang dibuat khusus menangani orang miskin.

Saat ini, kondisi Aco mulai membaik. Aco sudah sadar sejak kemarin, meski masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Menurut salah seorang perawat yang tidak ingin disebut namanya, suhu badan Aco fluktuatif, dari 37 hingga 40 derajat Celcius. Hal itu menurutnya, disebabkan banyaknya pengunjung yang ingin memberi perhatian dan bantuan kepada Aco.

Seperti diketahui, Basse, Bahri, dan janin berusia 7 bulan yang dikandung Basse meninggal dunia pada Jumat 29 Februari siang. Mereka diyakini tewas karena kelaparan karena tidak makan berhari-hari.(Andi Aisyah/Trijaya/jri)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4