MAKASSAR - Wali Kota Makassar Ilham Arif Sirajuddin membantah Daeng Basse (45) dan anaknya, Bahri (5), meninggal dunia karena kelaparan.
Menurutnya, kedua warga Jalan Malengceri, Makassar ini meninggal karena diare. Hal itu, menurut Ilham, dibuktikan dengan keadaan Aco (3), anak Daeng Basse, yang saat ini masih kritis di Rumah Sakit Umum Haji Makassar.
Aco dirawat karena dehidrasi karena diare yang dialaminya beberapa waktu lalu.
Ilham menyayangkan sikap suami Daeng Basse, Basri (50), yang tidak membawa istri dan anaknya ke puskesmas atau rumah sakit setelah mengetahui sakit selama berhari-hari.
"Basri kurang peduli pada kondisi keluarganya," kata Ilham, Minggu (2/3/2008).
Namun, Ilham tidak menampik tudingan bahwa aparatnya tidak melaksanakan fungsi secara optimal. Menurutnya, para ketua RT dan RW proaktif mendata masyarakat miskin di daerahnya.
Penanganan kemiskinan di Makassar, menurut Ilham, sudah baik. Selama ini, banyak program yang dibuat khusus menangani orang miskin.
Saat ini, kondisi Aco mulai membaik. Aco sudah sadar sejak kemarin, meski masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Menurut salah seorang perawat yang tidak ingin disebut namanya, suhu badan Aco fluktuatif, dari 37 hingga 40 derajat Celcius. Hal itu menurutnya, disebabkan banyaknya pengunjung yang ingin memberi perhatian dan bantuan kepada Aco.
Seperti diketahui, Basse, Bahri, dan janin berusia 7 bulan yang dikandung Basse meninggal dunia pada Jumat 29 Februari siang. Mereka diyakini tewas karena kelaparan karena tidak makan berhari-hari.
(Andi Aisyah/Trijaya/jri)
Berita Terkait 'kelaparan'