News Ticker
  • RI Keluar dari Daftar Penerbit Obligasi Berisiko
  • KPK Jadwalkan Periksa Bos Artha Graha Andy Kasih
  • 6 Siswa Tersesat di Gunung Gede Ditemukan Selamat
  • Sepak Bola : Hamburg Resmi Pinang Ze Roberto
  • Pemkab Bangkalan Larang Sekolah Pungut Uang Gedung
  • Juni, 473 Ribu Pekerja di Amerika Serikat Kena PHK
  • Pascalongsor, Jalur Riau-Sumbar Masih Dialihkan
  • Bulan Depan, Jamrud Luncurkan Album The Best
  • Pegadaian Catat Obligasi Rp1,5 T di BEI Hari Ini
  • Korban Tewas Flu Babi di Thailand Capai 5 Orang
o1 o2

News


Diduga Kena Virus Kucing, Bayi Lahir Tak Sempurna

Jum'at, 7 Maret 2008 - 13:11 wib
text TEXT SIZE :  
Share
Carolina - Okezone

TANGERANG - Malang benar nasib pasangan Sulardi (30) dan Suliyem (28) warga Kp Baru, Rumah Sederhana, Kelurahan Pondok Jagung, Kecamatan Serpong Utara. Bayi perempuan yang dilahirkan di Rumah Sakit Asobirin pada Selasa 3 Maret lalu tidak sempurna terutama di bagian muka. Diduga bayi tersebut terinfeksi virus kucing.

Sulardi mengaku pasrah jika anak keduanya yang dilahirkan kembali mengalami kondisi tidak sempurna seperti anak pertamanya. Namun menurutnya, kondisi anak keduanya ini jauh lebih parah dibandingkan anak pertamanya. Pasalnya pada bagian muka, telinga dan kepala tumbuh tidak sempurna.

"Anak pertama saya dengan kondisi tidak sempurna hanya bertahan 1 bulan, dan untuk anak kedua saya hanya pasrah saja," ujarnya dengan sedih ketika ditemui okezone, Jumat (7/3/2008).

Menurutnya, kabar kondisi yang menimpa anaknya tersebut diduga karena virus kucing. Tapi ia mengaku selama ini tidak pernah memelihara kucing. Bahkan selama ini kandungan istrinya dan makanan untuk janinnya semuanya baik dan normal.  "Istri saya selalu memeriksakan kehamilannya kepada bidan," terangnya.

Sulardi asal Boyolali, Jawa Tengah ini mengaku sampai saat ini ada tiga orang dokter yang menangani bayinya. Namun ketiga dokter tersebut juga belum bisa memberikan pernyataan faktor apa yang menimpa bayinya. "Ya.. saya dengar dari perawat katanya sih virus kucing," katanya lagi.

Sedangkan untuk masalah biaya ia mengaku sampai saat ini sudah menghabiskan sekitar Rp5 juta. "Saya berat juga karena saya kerja hanya kuli bangunan. Ya.. saya pasrah saja," ujarnya.

Sementara itu dokter UGD RS Asobirin,dr. Rasyid mengatakan kondisi yang menimpa bayi itu untuk sementara ini akibat faktor terhambatnya pertumbuhan janin. Sedangkan untuk virus kucing ia mengaku ada indikasi ke arah tersebut namun perlu dilakukan penelitian lebih dalam lagi.

Sedangkan untuk berapa lama usia bayi itu akan bertahan, ia mengaku belum bisa mempredikasi. Akan tetapi jika dilihat, menurutnya tidak akan bertahan lama.(ahm)

Bagi Anda pengguna ponsel, nikmati berita terikini lewat http://m.okezone.com
Dapatkan okezone launcher untuk BlackBerry http://bb.okezone.com/okezone.jad 
Share
o1 o2
o1 o2

0 komentar




o1 o2
o1 o2

Berita Lainnya

o3 o4